Senin, 16 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
455

Wanipah, TKI Yang Divonis Mati, Karena Dituduh Kurir Heroin

Ilustrasi.

Indramayu | Sabtu (16/5) Serikat Pekerja Indonesia Luar Negeri (SPILN) mendatangi keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Wanipah di desa Sendang, Karang Ampel, Indramayu, yang divonis hukuman mati di pengadilan China karena kedapatan membawa heroin.

Dilihat dari data kartu keluarganya (KK), diketahui Wanipah binti Jayadi lahir pada tanggal 17 April tahun 1987. Nasriah ibu kandung korban mengatakan, Wanipah berangkat ke luar negeri pada Agustus 2007. Selain itu, data pada paspornya dipalsukan menjadi 1 Mei 1978.

Saat akan pulang ke Indonesia, Wanipah dititipi barang oleh seorang yang tidak dikenalinya, ternyata isinya heroin, dan polisi yang menangkapnya tidak mau tau penjelasan dari Wanipah,” cerita Nasriah Ibu kandung korban.

Wanipah anak baik, rajin sholat, dan dia cuma lulusan sekolah dasar (SD). Jadi, mana mungkin anak saya terlibat sindikat peredaran narkotika internasional,” tambah Nasriah sambil meneteskan air matanya.

Menurut Ketua SPILN, Imam Ghozali, dirinya akan mencari tahu tentang apakah hak-hak dari korban sudah terpenuhi, termasuk pemberian bantuan pembelaan oleh negara. Untuk diketahui, pihak keluarga mengatakan hanya mendapat surat dari kementrian luar negeri tentang konfirmasi nama dan alamat Wanipah yang telah dipalsukan, dan pengadilan di China telah memvonis Wanipah hukuman mati. Seharusnya, pemerintah memberitahu kepada pihak keluarga upaya pembelaan seperti apa yang telah pemerintah lakukan.

Selain itu, pihak keluarga sangat berharap bisa difasilitasi oleh pemerintah untuk dapat ke China dan bisa bertemu langsung dengan Wanipah. Saya pengen sekali ketemu dengan anak saya,” ratap Nasriah sambil menangis.

Saat ini, ayah dan ibu Wanipah sudah berada di kantor SPILN di Tebet, Jakarta, mereka akan didampingi untuk mendatangi ke semua instansi pemerintah terkait permasalahan yang sedang menimpa TKI Wanipah. (***Is)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of