Rabu, 20 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
546

Ajukan Empat Eksepsi, Kedua Gugatan Pekerja PT Sukolilo Ditolak

95pengadilanSurabaya | Eksepsi yang bermakna sebagai tangkisan atau bantahan yang ditujukan terhadap syarat formil dalam sebuah surat gugatan, dapat berakibat gugatan dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard). Atas hal tersbeut, PT Sukolilo Surya Indah ajukan 4 (empat) eksepsi atas gugatan Andang Sunjana, dkk (5 orang) di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya, dalam perkara yang diregister di Kepaniteraan PHI Surabaya Nomor 48/G/2014/PHI.Sby tanggal 20 Agustus 2014.

PT Sukolilo menganggap gugatan Andang telah daluarsa (lewat waktu) selama lebih dari 1 (satu) tahun sebagaimana yang dimaksud ketentuan Pasal 171 UU Ketenagakerjaan, karena diajukan pada tanggal 6 Mei 2014, sedangkan Andang, dkk telah dikualifikasikan mengundurkan diri sejak bulan Desember 2012.

Perusahaan juga menilai gugatan Andang kabur (obscuur libel), karena dalam judul gugatan disebutkan sebagai gugatan pemutusan hubungan kerja, tetapi Andang dalam tuntutannya meminta dipekerjakan kembali dan meminta upah selama tidak dipekerjakan, serta mencampur-adukkan dengan keberadaan Nota Dinas Pengawas Ketenagakerjaan yang merupakan kewenangan absolut Pengadilan Umum.

Kuasa Hukum Andang, yaitu dari unsur serikat pekerja juga dianggap perusahaan tidak mempunyai legal standing (kedudukan hukum). Pada saat di Dinas Tenaga Kerja, Andang, dkk diwakili oleh Serikat Buruh Kerakyatan, namun saat di PHI Surabaya diwakili oleh Serikat Buruh Keadilan. Padahal, setiap pekerja tidak boleh mempunyai keanggotaan serikat pekerja ganda.

Perusahaan juga mengajukan eksepsi rei judicata deductae, yang bermakna bahwa perkara yang sama masih dalam proses pemeriksaan pada tingkatan peradilan yang lebih tinggi dan belum berkekuatan hukum tetap. Eksepsi ini diajukan perusahaan, karena Andang sebelumnya sudah mengajukan gugatan yang obyek perkaranya sama, dengan perkara Nomor : 85/G/2013/PHI.Sby tanggal 18 Februari 2014, yang masih dalam pemeriksaan tingkat kasasi di Mahkamah Agung.

Terhadap kedua gugatan yang diajukan oleh Andang, dkk, yaitu perkara Nomor : 85/G/2013/PHI.Sby dan Nomor 48/G/2014/PHI.Sby, PHI Surabaya menolak kedua-duanya. Dalam pertimbangan hukumnya, PHI Surabaya menganggap kontrak kerja yang dibuat antara Andang, dkk dengan PT Sukolilo adalah telah sesuai dengan Pasal 59 UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003.

Mahkamah Agung-pun dalam putusannya Nomor 27 K/Pdt.Sus-PHI/2015 tanggal 15 Januari 2015, menolak permohonan kasasi yang diajukan Andang terhadap perusahaan yang berlokasi di Jl. Bratang Jaya, No. 59, Surabaya itu. Dalam pertimbangan hukumnya, MA berpendapat PHI Surabaya telah benar dalam menerapkan hukum, dan alasan-alasan kasasi yang diajukan Andang dianggap bukan merupakan kewenangan MA untuk menilai fakta serta hasil pembuktian yang telah diperiksa di PHI Surabaya. (***Hz)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of