Kamis, 21 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.417

Alasan Kamar Penuh, Jadi Modus Rumah Sakit Pungut Biaya Tambahan

Ilustrasi.
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Karawang | Dengan alasan ruang rawat inap di salahsatu rumah sakit swasta kelas satu hingga tiga penuh, pasien peserta BPJS Kesehatan dipindahkan ke ruang VIP, dengan tambahan biaya seperti modus baru untuk menjebak pasien dan hanya menguntungkan sepihak rumah sakit, ungkap Ahmad Wahyudi, selaku salahsatu tim BPJS Watch Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa (FSPS) yang mendampingi pasien sekaligus anggota FSPS.

Menurut Wahyudi, pungutan yang dilakukan oleh rumah sakit tersebut sangat merugikan bagi pasien peserta BPJS. “Saya menerima laporan dari anggota FSPS yang dipungut biaya tambahan sebesar Rp.3,7 juta saat berobat ke salah satu RS swasta di Karawang, padahal  dalam pemeriksaan dokter mengatakan bahwa pasien tersebut  harus segera mendapatkan perawatan medis, namun karena kamar kelas I, II, dan III penuh, maka pasien tersebut di pindahkan ke ruang VIP,”  ungkap wahyudi menjelaskan.

Atas hal tersebut, Wahyudi bersama perwakilan pengurus dari FSPS diantaranya, yaitu Heri Purnomo, Chairul Eillen, dan Riyanto melaporkan peristiwa itu ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kab. Karawang, Senin (1/6/2015) kemarin.

Melalui Humas BPJS Kesehatan, Taufik menerima aduan dari FSPS. “Pelaporan dan bukti bukti dari kawan kawan FSPS sudah kami terima dan segera kami akan mengkonfirmasi ke pihak rumah sakit tersebut,” kata Taufik menjelaskan.

Sebelumnya team advokasi jaminan sosial yang di bentuk FSPS ini juga telah berhasil meng-advokasi, dan mengembalikan uang biaya pengobatan yang diminta oleh salah satu RS swasta di karawang kepada seorang peserta BPJS Kesehatan buruh pabrik, di kawasan surya cipta sebesar Rp.1,8 juta, dan juga seorang buruh pabrik di kawasan KIIC yang tidak mendapatkan santunan saat mengalami kecelakaan kerja. (***Ch/Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of