Sabtu, 23 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
726

Cuma Dua Hari Mogok Kerja, PHI Putus Tanpa Pesangon

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bekasi | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, mengabulkan sebagian gugatan PT Karya Pratama Dunia terhadap Muharsono, dkk (10 orang). Dalam amar putusannya, PHI Bandung menyatakan hubungan kerja antar keduanya putus terhitung sejak tanggal 27 Februari 2014, karena mogok kerja tidak sah.

PHI Bandung dalam putusannya Nomor 152/Pdt.Sus-PHI/2014/PN.Bdg tanggal 27 Januari 2015, hanya menghukum perusahaan yang berlokasi di Jalan Jababeka II, Blok C, 11-IJ & 14-JA, Cikarang Industrial Estate, Bekasi itu, untuk membayar uang pisah kepada Muharsono, dkk  rata-rata sebesar Rp.13 juta, akibat mogok kerja tidak sah pada tanggal 17 dan 18 Desember 2013.

Dalam surat gugatannya tanggal 15 September 2014, PT Karya Pratama Dunia menggugat Muharsono, dkk dengan pernyataan putus hubungan kerja akibat melakukan pelanggaran berat, berupa mengintimidasi teman sekerja. Sehingga perusahaan meminta PHI Bandung untuk menyatakan putus hubungan kerja dengan Muharsono, dkk tanpa pemberian uang pesangon.

Terdapat perbedaan antara amar petitum (tuntutan) perusahaan yang meminta pernyataan PHK karena pelanggaran berat, dengan amar putusan PHI Bandung yang menyatakan PHK karena mogok kerja tidak sah. Menjawab hal tersebut, Majelis Hakim PHI Bandung yang diketuai oleh Hakim Maringan Marpaung, menggunakan petitum subsidair yaitu apabila pengadilan berpendapat lain mohon putusan yang adil (ex aequo et bono).

Terlebih, yang dijadikan dasar dalam pernyataan PHK terhadap Muharsono, dkk adalah karena melakukan mogok kerja tidak sah selama 2 (dua) hari, yaitu tanggal 17 dan 18 Desember 2013. Mogok kerja tersebut dianggap tidak memenuhi persyaratan dalam ketentuan Pasal 140 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yaitu karena pemberitahuan mogok kerja diajukan pada tanggal 16 Desember 2013, atau sehari sebelum mogok kerja dilaksanakan.

Namun demikian, sebagai akibat dari mogok kerja tidak sah, haruslah dikualifikasikan mangkir. Dan mangkir selama 2 (dua) hari, belumlah dapat menjadi dasar dan alasan pemutusan hubungan kerja, terlebih hanya berhak uang pisah sebagai kompensasinya. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of