Type to search

Berita

Di-PHK, Buruh Tuntut Perusahaan Berikan Beras, Minyak dan Gula ke PHI

Share

berasCilegon | Tak terima dengan pengakhiran hubungan kerja dengan alasan perjanjian kerja kontrak telah berakhir, Nasrulloh, dkk (19 orang) menggugat PT Seamless Pipe Indonesia Jaya ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Serang. Nasrulloh mengajukan tuntutan pemberian upah natura, yang terdiri dari beras, minyak goreng, gula pasri, dan susu kental, yang seluruhnya ditaksir berjumlah 364,3 juta.

Selain itu, Nasrulloh juga menuntut uang paksa (dwangsom) sebesar Rp.1 juta perhari, sebagai hukuman agar perusahaan yang berlokasi di Jl. Antartika I, Kav. F4, KIEC, Cilegon itu, kembali mempekerjakan dirinya bersama ke-18 teman-temannya ditempat semula. Namun, tuntutan kerja kembali dan pemberian upah natura yang diajukan Nasrulloh, dkk, ditolak oleh PHI Serang, sebagaimana termuat dalam putusan Nomor 33/PHI.G/2014/PN.Srg tanggal 11 Februari 2014.

Tak terima dengan Putusan PHI Serang, Nasrulloh ajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Namun, permohonan kasasi Nasrulloh, dkk (19 orang), tidak dapat diterima oleh MA. Karena permohonan kasasi baru diajukan tanggal 3 Maret 2014, sedangkan PHI Serang, membacakan amar putusan pada tanggal 11 Februari 2014, yang saat itu dihadiri oleh Nasrulloh, dkk.

Dengan berpedoman pada Pasal 110 Undang-Undang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Nomor 2 Tahun 2004, MA berpendapat, permohonan kasasi Nasrulloh telah melewati masa pengajuan kasasi paling lambat 14 (empat) belas hari kerja terhitung setelah putusan dibacakan.

Selain itu, MA juga menganggap memori kasasi yang diajukan tanggal 17 Maret 2014, tidak dapat dilanjutkan untuk diperiksa. Karena pengajuan kasasi sebagai tahapan awal pemeriksaan kasasi, telah tidak memenuhi syarat yang ditentukan dalam Pasal 47 ayat (1) Undang-Undang Mahkamah Agung Nomor 14 Tahun 1985, Nomor 5 Tahun 2004 dan Nomor 3 Tahun 2009. (***Ys)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *