Rabu, 13 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
456

Meski Mangkir Lima Hari, Pengusaha Wajib Bayar Pesangon

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bekasi | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, menghukum PT Fajar Surya Wisesa Tbk. yang berlokasi di Kp. Gardu Sawah RT. 001/RW. 1-1, Kalijaya, Cikarang Barat, Bekasi selaku Penggugat untuk membayar uang pesangon kepada Kristiarso Trisunu selaku Tergugat, sebesar Rp.48 juta, demikian amar Putusan PHI Bandung Nomor 64/G/2013/PHI/PN.Bdg tanggal 17 Desember 2013.

Sebagai Tergugat, Kristiarso menolak Putusan PHI Bandung. Kristiarso beralasan dirinya telah mengajukan permohonan ijin kerja (dispensasi) untuk tidak masuk kerja sejak tanggal 26 Desember 2012 hingga 5 Januari 2013, serta bukan dengan sengaja untuk tidak masuk dan melaksanakan pekerjaan.

Kristiarso mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) pada tanggal 03 Januari 2014, sebagaimana ternyata dari Akta Kasasi Nomor 02/Kas/G/2014/ PHI/PN.Bdg. yang diikuti dengan memori kasasi tanggal 17 Januari 2014.

Namun keberatan Kristiarso, tidak dapat dibenarkan oleh MA. Dalam pertimbangan hukumnya, MA menilai ketidakhadiran pekerja selama lebih dari 5 (lima) hari berturut-turut, tidak disertai dengan adanya pemanggilan secara patut dan tertulis untuk bekerja kembali, sebagaimana yang dipersyaratkan dalam ketentuan Pasal 168 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Sehingga MA berpendapat, tidak masuknya pekerja untuk bekerja tidak dapat dikualifikasikan telah mengundurkan diri.

Tetapi MA membenarkan Putusan PHI Bandung, yang menyatakan putus hubungan kerja dengan pemberian uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) UU Ketenagakerjaan. Sehingga, MA dalam amar putusannya Nomor 703 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 12 Februari 2015, menolak permohonan kasasi dari Kristiarso Trisunu. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of