Sabtu, 19 Oktober 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
445

Meski Pengusaha Tak Ajukan Eksepsi, Gugatan Dianggap Kabur

Ilustrasi.

kontrakBintan | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Tanjungpinang, menyatakan gugatan Kurnia Dewi Arie Pasaribu terhadap PT Sanden Elektroniks Bintan, tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard), demikian amar putusan PHI Tanjungpinang Nomor 07/G/2013/PHI.PN.Tpn tanggal 23 Oktober 2013.

Kurnia terpaksa menggugat perusahaan yang berkedudukan di Jalan Aster Lot SD 21-SD, Bintan Inti Industrial Estate, Lobam, Bintan itu, karena diputuskan hubungan kerja terhitung sejak tanggal 21 Juli 2012. Kurnia menuntut dipekerjakan kembali dan pembayaran sisa kontrak yang berakhir pada bulan Mei 2013, sebesar Rp.13,8 juta, serta upah selama proses sebesar Rp.12,6 juta.

Pada umumnya, gugatan tidak diterima diawali dari adanya eksepsi yang diajukan oleh pihak lawan. Namun, meskipun PT Sanden tidak mengajukan eksepsi sebagai tangkisan atau bantahan terhadap tuntutan yang diajukan oleh Kurnia. Akan tetapi PHI Tanjungpinang menilai gugatan Kurnia tidak jelas dan kabur (obscuur libel), karena selain menggugat kerja kembali juga menuntut pembayaran sisa kontrak.

Tak terima dengan Putusan PHI Tanjungpinang, Kurnia mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung pada tanggal 11 November 2014 sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 15/Kas.G/2013/PHI.PN.TPI. yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Tanjungpinang, permohonan tersebut disertai dengan memori kasasi tanggal 22 November 2014.

Kurnia beralasan, bahwa PHI Tanjungpinang telah melampaui wewenang dalam batas kewenangannya, dimana hubungan yang terjadi antara pekerja dengan pengusaha adalah berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), dan didalam permohonan gugatan pekerja adalah ganti rugi tentang masa sisa kontrak yang tidak dibayarkan oleh pengusaha akibat adanya Pemutusan Hubungan Kerja sepihak.

Namun MA dalam putusannya Nomor 723 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 5 Februari 2015, tidak dapat membenarkan alasan-alasan kasasi yang diajukan Pekerja Kurnia, karena PHI Tanjungpinang telah benar menerapkan hukum, dengan memutus gugatan tidak dapat diterima, sebab gugatan kabur yaitu terbukti terdapat pertentangan antara posita gugatan yang mendalilkan menuntut pembayaran sisa kontrak, namun dalam petitum gugatan pekerja menuntut kerja kembali. Sehingga beralasan untuk menolak permohonan kasasi dari Kurnia Dewi Arie Pasaribu. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of