Type to search

Buruh Migran

Miliki KTKLN, Tak Menjamin Lindungi TKI-ABK

Share

KTKLNJakarta | Fatkhrul Khurozi pemuda asal Pemalang, Jawa Tengah adalah salah satu TKI Pelaut yang baru dipulangkan dari Trinidad and Tobago pada Mei 2015 lalu. Dirinya dipulangkan tanpa alasan yang jelas, dan menurut pengakuannya telah bekerja selama 15 bulan. “Saya bekerja di atas kapal Tri Ocean 66 selama 7 bulan, lalu dipindah ke kapal Ocean Atun 16 selama 4 bulan, dan pindah lagi ke kapal Cungii 116 selama 3 bulan, kemudian pindah ke kapal Ocean Star 1 selama 1 bulan, dan akhirnya dipulangkan,” cerita Khurozi ketika mengadu di Sekretariat SPILN di Tebet, Jakarta Selatan (10/6/15). 

Awalnya, Khurozi berangkat ke Trinidad and Tobago pada Maret 2014 melalui PT. LPB di Cibubur, Bogor. Terbang dari Lanud Soekarno Hatta menuju Malaysia, lanjut ke Amsterdam kemudian ke Curracao, dan akhirnya selama 3 hari 3 malam perjalanan di pesawat sampailah dirinya di Negara Trinidad and Tobago. 

Lanjut Khurozi, dirinya dipekerjakan di atas kapal siang malam, istirahat cuma 4 jam sehari. Kerja tanpa libur dan makan-makanan kadaluarsa. “Indomie kiriman dari Indonesia, saya lihat, masa expirednya 2013. Tapi terpaksa kami makan,” curhat Khurozi mengingat kisah pahitnya. Ironisnya, kata Khurozi, ia dipulangkan dari Trinidad and Tobago dengan hanya mengantongi uang U$D 50 atau sekitar Rp.600 ribu.

Miris, selama 15 bulan bekerja dirinya baru mendapat 3 bulan gajinya yang masuk ke rekening keluarga dirumah. Dan yang lebih tragis lagi, ketika dirinya mendatangi perusahaan untuk meminta sisa gaji dan bonus, ia justru dituntut untuk bayar ganti rugi biaya tiket pesawat. ”Saya sudah kerja baik dan dipindah pindah kapal tidak apa-apa, tapi kenapa saya dipulangkan secara sepihak. Saya berharap dengan KTKLN yang saya miliki pemerintah mau membantu saya untuk menagihkan sisa gaji saya dan hak-hak lainnya seperti bonus dan uang jaminan yang di perusahaan,” harap Khurozi. (***Is)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *