Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
618

Perusahaan Pemberi Kerja Tidak Turut Digugat, Gugatan Tidak Diterima

Ilustrasi.

phk-5Balikpapan | Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh Abdul Rifai, dkk (12 orang), Kamis (15/1/2015) lalu. Dalam putusannya Nomor 710 K/Pdt.Sus-PHI/2014, MA menilai surat gugatan Abdul Rifai mengandung cacat formil, seperti yang telah dipertimbangkan oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Samarinda.

Rifai dalam surat gugatannya hanya menggugat PT Margi Purnama selaku perusahaan jasa penyedia tenaga kerja (outsourcing), dengan menuntut perusahaan yang berlokasi di Jl. Jend. Sudirman, No. 631, Balikpapan, Kalimantan Timur itu, untuk menetapkan status hubungan kerja menjadi pekerja tetap, serta meminta uang pesangon sebesar Rp.518,5 juta.

Atas gugatan tersebut, PT Margi mengajukan dalil eksepsi sebagai tangkisan atau bantahan terhadap tuntutan yang diajukan oleh Rifai, dan kawan-kawannya. Dalam surat jawaban gugatan, PT Margi keberatan dengan hanya mendudukannya sebagai Tergugat, karena Rifai, dkk ditempatkan oleh PT Trakindo Utama Site Sangatta untuk mendukung operasional PT Kaltim Prima Coal. Sehingga PT Margi yang diwakili oleh Direkturnya, Purnadi meminta PHI Samarinda untuk menyatakan gugatan Rifai kurang pihak (plurium litis consortium/subjectum litis).

PHI Samarinda dalam putusannya Nomor 04/G/2014/PHI.Smda tanggal 18 Juli 2014, sependapat dengan dalil eksepsi yang diajukan oleh PT Margi Purnama, dan menyatakan gugatan Abdul Rifai, dkk tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard).

Tak puas dengan Putusan PHI Samarinda, Rifai mengajukan permohonan kasasi ke MA pada tanggal 25 Juli 2014, sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 14/KAS/2014/PHI.Smr Jo. Nomor: 04/G/2014/PHI.Smda., yang disertai dengan memori kasasi tanggal 5 Agustus 2014. Rifai beralasan, hubungan hukum yang terjadi adalah hubungan antara dirinya dengan PT Margi, dan bukan dengan kedua perusahaan pemberi kerja tersebut.

Namun, MA dalam pendapat hukumnya menilai, bahwa dengan tidak dimasukkannya PT Trakindo Utama Site Sangata dan PT Kaltim Prima Coal sebagai pihak dalam perkara ini, maka jelas gugatan yang diajukan oleh Para Penggugat telah kurang pihak atau yang ditarik sebagai Tergugat tidak lengkap.

“Menolak permohonan kasasi dari pemohon Kasasi,” ucap Dr. H. Zahrul Rabain, selaku Ketua Majelis Hakim Kasasi MA, saat membacakan amar putusan yang dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of