Type to search

Sekitar Kita

PPMI Laporkan Kondisi Buruh Indonesia di Konferensi Buruh Internasional

Share
facebook-20150605-084928

Ahmad Fuad Anwar, Presiden PPMI di Konferensi Perburuhan Internasional k-104, Swiss. (Dok. DW)

Genewa | Organisasi Perburuhan International (International Labor Organization) menyelenggarakan Konferensi Buruh International yang ke-104 di Genewa, Swiss, 1-13 Juni 2015. Salah satu peserta konferensi, Serikat Pekerja Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) yang diwakili Ahmad Fuad Anwar, selaku Presiden PPMI, hadir dan menyampaikan 4 (empat) hal utama yang menjadi isu pergerakan buruh di Indonesia.

Fuad memandang jaminan keselamatan kerja dan kontrak kerja masih menjadi masalah yang serius, dan perlu dicarikan cara penyelesaiannya. Menurutnya, kecelakaan kerja yang berakibat pada hilangnya anggota tubuh, dan dilanjutkan dengan pemutusan hubungan kerja, merupakan tindakan yang nyata-nyata melanggar hak asasi manusia, seperti yang terjadi di PT Shinto Kogyo Indonesia.

Intimidasi terhadap pekerja yang hendak membentuk dan menjalankan kegiatan serikat pekerja, juga belum dapat difahami oleh pengusaha sebagai bagian dari kebebasan berserikat yang harus diberi kesempatan oleh perusahaan. Lanjut Fuad, tindakan Perusahaan Blue Sea yang berlokasi di Kabupaten Pekalongan, Indonesia, sudah tidak lagi dapat dikatakan wajar, karena memutuskan hubungan kerja pekerja yang hendak membentuk serikat pekerja.

Tak kalah penting, Fuad juga memaparkan perilaku pengusaha di Indonesia, yang masih membayar upah dibawah upah minimum, seperti yang dialami pekerja PT Metindo Era Sakti, yang merupakan sub kontraktor dari perusahaan otomotif terkenal seperti: Toyota, Daihatsu dan Yamaha. “Kami ingin berkata kepada para pemilik modal dan pemerintah yang hadir didalam forum ini: Kita tinggal di bumi yang sama, kita bernafas dari udara yang sama, dan kita lahir, hidup dan mati di bumi yang sama, lalu mengapa kita harus berbeda dan berselisih saling bertentangan bahkan harus bertikai,” pesan Fuad menutup presentasinya.

Agenda tetap Konferensi dari tahun ketahun, adalah membahas: (1) Laporan Ketua Governing Body dan Dirjen ILO; (2) Pembahasan usulan program dan anggaran ILO untuk tahun 2016-2017 dan hal-hal penting lainnya; dan (3) Informasi dan laporan mengenai aplikasi Konvensi dan Rekomendasi.

Selain tiga agenda tetap tersebut, juga terdapat tiga agenda tambahan yang ditetapkan, yaitu: (1) Diskusi umum mengenai usaha kecil menengah serta penciptaan lapangan kerja yang layak dan produktif; (2) Pembahasan penyusunan standar ketenagakerjaan ILO mengenai transisi dari ekonomi informal ke ekonomi formal; (3) Diskusi mengenai tujuan strategi perlindungan sosial (perlindungan tenaga kerja), tindak lanjut dari Deklarasi ILO (2008) tentang Keadilan Sosial untuk globalisasi yang adil. (***Hz-Eym)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *