Rabu, 17 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
430

Tak Terima Ketua Serikat di-Skorsing, Buruh Dibenturkan Dengan Ormas

Buruh Vokel dibubarkan paksa oleh organisasi kepemudaan saat sedang mogok kerja.

PP ormas bayaranBogor | Sejumlah buruh mengalami luka-luka saat aksi unjuk rasa seratusan buruh PT Voksel Elektrik, Rabu (24/6) sore. Menurut saksi mata, beberapa pemuda dengan pakaian loreng-loreng oranye bertuliskan Pemuda Pancasila (PP), dengan membawa senjata tajam dan pentungan bambu serta kayu, menghadang dan merangsek masuk dalam kerumunan massa pengunjuk rasa hingga melakukan pemukulan, ungkap Yatna.

Kejadian tersebut berlangsung, tak lama setelah pihak kepolisian bermaksud membubarkan aksi unjuk rasa para buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Aneka Sektor Industri (FSPASI) yang dinilai polisi tanpa izin itu. Seolah membiarkan, aparat keamanan yang dari pagi mengamankan aksi unjuk rasa, justru terlihat menonton ketika peristiwa tersebut terjadi.

Pada awalnya, aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para buruh dengan menuntut penghapusan sistem kerja kontrak, borongan dan harian lepas tersebut, berlangsung damai. Para buruh meminta perusahaan yang berlokasi di Jl. Raya Narogong, Km.16, Cileungsi, Kab. Bogor itu, untuk mempekerjakan kembali ketua serikat pekerja mereka yang diskorsing, serta membayar upah minimum sektoral ditambah dengan uang transport.

Menurut Deda, salah satu aktifis serikat buruh yang juga mengorganisir buruh diseputaran Cileungsi, dirinya terkejut ketika aksi unjuk rasa melibatkan organisasi masyarakat, seperti Pemuda Pancasila. Dirinya menilai, sangat tidak mungkin mereka (Pemuda Pancasila) dating sendiri, jika tidak diminta oleh perusahaan. “Polisi harus mengusut kejadian ini, dan meminta pertanggung jawaban perusahaan,” tegas Deda kepada buruhonline.com.

Untuk diketahui, rata-rata korban akibat terkena lemparan batu dan bambu, bahkan kaca mobil pengeras suara para buruh-pun nyaris pecah. Beberapa orang dari ormas Pemuda Pancasila mengejar para buruh hingga ke kontrakan dan tempat tinggal yang tidak jauh dari tempat kejadian.

“Saat ini korban yang terdata bernama, Siti Khomsiyatun, Rohim Suminta, Dasep Bambang, Thison, Jasman Hadi, sementara yang lain masih kita data. Beberapa keluarga dari pekerja mengungsi ke sekretariat serikat, karena kontrakan dan kos-kosan anggota kami disweeping juga oleh ormas PP,” papar Herry selaku salah satu pengurus FSPASI. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of