Type to search

Berita

Tetap Bekerja Meski Kontrak Berakhir, Status Pekerja Menjadi Tetap

Share
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Samarinda | Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003, Pasal 61 ayat (1) huruf b, mengatur berakhirnya sebuah hubungan kerja dengan sendirinya tanpa kewajiban hukum, apabila jangka waktu dalam perjanjian kerja telah berakhir. Hal demikian tidak berlaku dalam perkara perselisihan hubungan industrial yang dialami oleh Troi Firman Sitorus dengan PT Angkasa Sakti.

Troi pada awal bekerja sejak 16 Mei 2013, diperjanjikan dengan perjanjian kerja waktu tertentu sebagai HSE Officer hingga 31 Mei 2014. Namun, karena PT Angkasa Sakti tidak memanggil atau memberitahukan berakhirnya hubungan kerja dengan jangka waktu tertentu, maka Troi tetap masuk dan melakukan pekerjaan seperti biasa hingga Juli 2014.

Pada 10 Juli 2014, perusahaan memberitahukan Troi, bahwa dirinya diputuskan hubungan kerja, dengan alasan telah melakukan pelanggaran berat, berupa penggelapan dan pencurian barang milik perusahaan, yang berlokasi di Jalan PM. Noor Pondok Surya Indah, Blok CA, No. 1, Kel. Sepaja Selatan, Kec. Samarinda Utara, Kota Samarinda itu.

Terhadap pemutusan hubungan kerja tersebut, Troi mengajukan gugatan dan menuntut perusahaan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Samarinda, untuk membayar uang pesangon beserta hak-hak lainnya sejumlah Rp.83,5 juta. Namun, setelah diupayakan perdamaian oleh pihak pengadilan, perusahaan hanya bersedia memberikan uang kompensasi sebesar Rp.17,7 juta.

Karena upaya perdamaian keduanya tidak menghasilkan persetujuan bersama, maka PHI Samarinda melanjutkan upaya pemeriksaan gugatan, dengan menilai bukti-bukti yang diajukan oleh pihak pekerja dan pengusaha. Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Timotius Djemey, berpendapat bahwa dengan tidak adanya pemberitahuan secara tertulis mengenai pemberitahuan perpanjangan atau berakhirnya Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), maka demi hukum Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) atau Penggugat menjadi karyawan tetap.

Atas pertimbangan demikian, maka Majelis Hakim PHI Samarinda dalam amar putusannya Nomor 28/Pdt.Sus-PHI/2014/PN.Smr tanggal 10 Maret 2015, mengabulkan sebagian gugatan Troi Firman Sitorus. Dan menghukum PT Angkasa Sakti untuk membayar secara tunai kepada Troi, berupa uang pesangon dan uang penggantian hak, sisa gaji bulan Juli 2014, serta penggantian cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur, sehingga jumlah seluruhnya sebesar Rp.43,8 juta. (***Hz)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *