Kamis, 14 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
517

Demo BNP2TKI, TKI Pelaut Tuntut Asuransi KTKLN

Gedung Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Jl. Jend. MT Haryono, Jakarta.
Gedung Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Jl. Jend. MT Haryono, Jakarta.

Jakarta | Dua puluhan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sektor Pelaut korban Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) geruduk kantor Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) siang ini, jumat (10/7/15).

Mereka, menuntut BNP2TKI bertanggungjawab atas KTKLN yang telah diterbitkannya terhadap para TKI Pelaut yang menjadi korban dari kenakalan perusahaan pengirim. Pasalnya, kepemilikan  kartu tersebut tidak bisa memberikan jaminan perlindungan asuransi ketika mereka bermasalah. Seperti, gaji tidak dibayar, kecelakaan kerja, dan PHK sepihak.

Setiap Pelaut Perikanan yang akan bekerja ke luar negeri wajib memiliki KTKLN yang diterbitkan oleh BNP2TKI Untuk mendapatkan KTKLN, Pelaut Perikanan harus memenuhi/melampirkan persyaratan sebagai berikut; Paspor, Buku Pelaut, Perjanjian Kerja Laut (PKL), Visa kerja / visa transit / letter of guarantee, dan Asuransi sesuai ketentuan Peraturan Kepala BNP2TKI (PER. 03 /KA/1/2013).

Perka tersebut tak dijalankan, terbukti banyak TKI Pelaut yang memiliki KTKLN tapi bodong asuransinya, tegas Sekertaris Jenderal Serikat Pekerja Indonesia Luar Negeri (SPILN) Haryanto kepada buruhonline.com, di depan gedung BNP2TKI di Pancoran, Jakarta Selatan.

Lanjut, kata Haryanto, kasus 203 ABK Trinidad, 74 ABK di Cape Town, 26 ABK di Perairan Afrika, Jepang, Korea, dan Fiji, 26 ABK di Angola, 11 ABK di Inggris, 8 ABK di Mouritius, 11 ABK di Thailand, mereka kebanyakan mempunyai KTKLN. Semua kasusnya serupa, gaji tidak dibayar, PHK sepihak dan perbudakan sampai terindikasi menjadi korban trafficking karena ada beberapa dokumen mereka yang dipalsukan.

Pemerintah melalui BNP2TKI harus bertanggungjawab untuk menyelesaikan permasalahan ini sesegera mungkin, jika tidak maka hal seperti ini akan terus terjadi.

Untuk diketahui, kata Haryanto, saat ini ada ratusan TKI Pelaut di Trinidad dan di Afrika yang mendapat ketidakadilan. Seperti kerja 20 jam perhari, makan makanan kadaluarsa, dan pengiriman gaji yang sering lambat. Tak hanya itu, gaji yang dikirim pun kurs nya tidak sesuai dengan dollar saat ini. (***Is)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of