Kamis, 14 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
371

Gagal Jadi TKI, Eks ABK Buka Usaha Meubeul

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta | Namanya Agus Supriyanto, pemuda asli Cilacap, Jawa Tengah, ia pernah 3 tahun di luar negeri menjadi Anak Buah Kapal (ABK) tanpa gaji. Namun, dirinya tetap semangat dalam menjalani hidupnya meski dalam kondisi mental yang down.

Pertengahan tahun 2009 ia berangkat ke luar negeri melalui PT Bahana Samudera Atlantik (BSA) dan dipulangkan pada awal 2013 silam oleh pemerintah, dirinya saat itu bersama ratusan ABK WNI lainnya terlantar di perairan Amerika Selatan karena perusahaan yang mempekerjakannya dikabarkan bangkrut, demikian disampaikan Agus kepada  buruhonline.com, Minggu, (5/7).

Hingga kini Agus dkk, terus berjuang untuk merebut haknya yang belum didapat selama bekerja menjadi ABK di luar negeri, Agus cs bertahan di ibukota Jakarta dengan bantuan seorang Pengacara yang peduli akan nasib dan kasusnya. “Sambil berjuang, saya dilatih untuk hidup mandiri dan berdikari (berdiri diatas kaki sendiri)”, ungkap Agus menirukan ucapan si Pengacara yang menolongnya.

Lanjut, kata Agus, dirinya dulu sebelum berangkat ke luar negeri pernah menjadi tukang kayu di kampungnya, berbekal sedikit keahliannya tentang meubeul, Agus terus dididik dan dilatih oleh si Pengacara tersebut untuk terus mengembangkan bakatnya. Dari mulai membuat rak buku kecil hingga lemari besar pun ia sudah buat, dari harga ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah ia sudah dapatkan. Bahkan, dari hasil penjualan barang yang diproduksinya ia telah bisa sedikit membantu kawan-kawannya yang bertahan di Jakarta dalam memperjuangkan hak gaji mereka termasuk Agus.

“Ya Alhamdulilah, saya masih bisa semangat dalam menjalani hidup meski telah gagal menjadi TKI selama 3 tahun di Amerika. Namun, saya tidak akan pernah menyerah untuk terus berjuang dalam merebut apa yang telah menjadi hak saya dkk. Prinsip saya, keringat saya telah diperah habis ketika kerja di atas kapal Taiwan dan sampai kapanpun saya akan terus menuntut hak saya,” tegas Agus.

Terima kasih kawan-kawan Eks ABK yang masih mau memperjuangkan hak gaji kami (203 ABK), baginya berjuang tak harus di lapangan terus. Tapi, berjuang bisa dari segi apapun dan dimanapun asal kita punya komitmen berjuang dan tak pantang menyerah. Tak lupa pula Agus ucapkan banyak terima kasih kepada si Pengacara yang telah membantu Advokasi kasusnya, melatih skill nya dalam membuat meubeul dan memberikan spirit untuk terus berjuang dan bertahan tanpa harus menghalalkan segala cara, tutup Agus. (***Is)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of