Kamis, 19 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
627

Hakim Suwanto: Sanksi PHK Karena Menolak Mutasi Sangat Berat

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bekasi | “Sanksi PHK yang diterapkan dan dikenakan Tergugat terhadap Penggugat karena menolak mutasi/promosi sangatlah berat, dibanding dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan Penggugat. Kalaupun, akan diberikan sanksi maka sanksinya dapat berupa surat peringatan,” tegas Hakim Suwanto selaku Ketua Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, membacakan pertimbangan hukum Putusan Nomor 30/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg, Rabu (3/6/2015).

Hakim Suwanto menilai, pelarangan bekerja yang dilakukan oleh PT Cipta Mortar Utama terhadap Maryanto sejak tanggal 7 Januari 2013, adalah bagian dari upaya untuk membubarkan Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Cipta, yang diketuai oleh Maryanto sejak tanggal 22 Oktober 2012.

Menurut Maryanto dalam surat gugatannya, tindakan perusahaan yang memutasikan dirinya terhitung sejak tanggal 21 Desember 2012, dari Kawasan Industri MM2100, Jl. Sumbawa Blok F-1, Cikarang Barat, Bekasi ke pabrik Jababeka, adalah upaya untuk memisahkan dirinya dengan anggotanya.

“Bahwa oleh karenanya dengan alasan-alasan dan pertimbangan tersebut, kepada Penggugat untuk pelanggaran dan kesalahannya tersebut, dapat diberikan sanksi berupa Surat Peringatan kepada Penggugat oleh Tergugat,” ucap Hakim Suwanto. Sehingga PHK yang dilakukan oleh PT Cipta Mortar Utama tidaklah beralas hukum, dan harus dinyatakan batal demi hukum, lanjutnya.

Selain itu, Hakim Suwanto juga menetapkan pembayaran upah selama perusahaan tidak mempekerjakan Maryanto sejak bulan April 2014 hingga Mei 2015, sebesar Rp.28,9 juta. (***Jm)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of