Senin, 16 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
338

Kasus Tak Diselesaikan, TKI Pelaut Ancam Demo di BNP2TKI Hingga Lebaran

SPILN saat aksi di Bundaran HI. (dok. konfrontasi.com)
SPILN saat aksi di Bundaran HI. (dok. konfrontasi.com)

Jakarta | Dua tahun tidak digaji, TKI Pelaut ancam demo hingga lebaran di depan gedung Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Mereka mengaku tidak mendapatkan perlindungan, baik saat pra, masa, maupun purna penempatan.

Pada Pra Penempatan, mereka (Calon TKI Pelaut), dipalsukan dokumen buku pelautnya, tidak ada asuransi tapi bisa mendapatkan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN). Dimana tugas BNP2TKI dalam hal pengawasan?, selain itu adanya KTKLN tanpa mengikutsertakan program jaminan sosial asuransi jelas telah melanggar Peraturan Kepala BNP2TKI (Perka) No. 03 Tahun 2013 Tentang Tata Cara Penempatan dan Perlindungan TKI Pelaut Perikanan di Kapal Berbendera Asing. “Peraturan sendiri kenapa dilanggar?”, tegas Haryanto Sekjen SPILN kepada buruhonline.com via rilis, Minggu (12/7).

Pada Masa Penempatan, para TKI Pelaut mengalami kondisi kerja serupa budak. Mereka dipekerjakan secara tidak layak tanpa aturan jam kerja, hampir 20 perharinya mereka disuruh bekerja. Selain itu, makanan yang mereka komsumsi terkadang kadaluarsa.

Dan pada Purna Penempatan, ketika para TKI Pelaut dipulangkan atau pulang karena bermasalah BNP2TKI tidak secara maksimal membantu penyelesaian. Sengketa gaji tidak dibayar, PHK sepihak dan kerja tidak layak itu yang kerap mereka alami. Namun, upaya penyelesaian hanya proses mediasi yang dimana tidak ada bantuan hukum sama sekali dari BNP2TKI terhadap si TKI Pelaut.

Menurut Hary, dasar pertimbangan penerbitan Perka oleh Kepala BNP2TKI, adalah UU No. 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri, dan UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, tetapi justru Perka tersebut bertentangan dengan kedua UU, serta tidak dilaksanakan dengan baik. (***Is)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of