Type to search

Berita

MA Nyatakan Mogok Kerja Karyawan PT KBB Tidak Sah

Share
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Bekasi | Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan kasasi dari PT Karya Bahana Berlian (PT KBB) yang berlokasi di Jl. Karya Logam, Kp. Legon, Tambun Bekasi itu, atas Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, Nomor 133/G/2013/PHI/PN.Bdg tanggal 7 Mei 2014.

Dalam putusannya Nomor 623 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 21 Januari 2015, Majelis Hakim Kasasi pada Mahkamah Agung yang diketuai oleh Hakim Yulius, membatalkan Putusan PHI Bandung yang menetapkan besaran uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan atau lebih dari Rp.155 juta.

MA menilai, mogok kerja yang dilakukan oleh Saiful Amri, dkk (3 orang) tidak memenuhi ketentuan Pasal 137, Pasal 140 ayat (2) huruf a, b,c dan d, Pasal 142 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 jo. Pasal 3 huruf a dan Pasal 6 Kemenakertrans Nomor Kep-232/MEN/2003 tentang akibat hukum mogok kerja yang tidak sah.

Hakim Yulius mengatakan, mogok kerja pada bulan Desember 2012 yang dilakukan oleh Saiful, dkk adalah tidak sah, oleh karena bukan mengenai gagalnya tuntutan/perundingan yang normative. Tetapi karena adanya perselisihan internal pengurus unit kerja SPSI, dan perusahaan telah melakukan himbauan untuk tidak mogok kerja, serta melakukan pemanggilan untuk bekerja tetapi tidak dilakukan oleh Saiful, dkk.

Namun meskipun demikian, MA menetapkan besaran uang pesangon yang harus diterima Saiful, dkk adalah sebesar 1 (satu) ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang seluruhnya lebih dari Rp.40 juta. (***Jm)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *