Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
570

Masih Bekerja Setelah Satu Bulan Berakhir Kontrak, PHI Putuskan Pesangon

Ilustrasi.
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Samarinda | Seharusnya Troi Firman Sitorus telah berakhir masa perjanjian kerja waktu tertentu (perjanjian kerja kontrak)-nya dengan PT Angkasa Sakti terhitung sejak 31 Mei 2014, namun karena Firman tidak diberitahukan jika kontraknya telah berakhir, maka Firman tetap masuk bekerja seperti biasa hingga 10 Juli 2014.

Terhadap hal tersebut, Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Samarinda, menilai dengan tidak adanya pemberitahuan secara tertulis mengeni perpanjangan atau berakhirnya perjanjian kerja waktu tertentu, maka berdasarkan ketentuan Pasal 59 ayat (7) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, demi hukum menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu.

“Menimbang, bahwa dengan tidak adanya pemberitahuan secara tertulis mengenai pemberitahuan perpanjangan atau berakhirnya Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) sebagaimana bunyi pasal 2 ayat (2.2) PKWT, maka demi hukum Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) atau Penggugat menjadi karyawan tetap Tergugat sebagaimana ketentuan Pasal 59 ayat (7) Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 serta Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Kep.100/Men/VI/2004 Pasal 15 ayat (4),” papar Hakim Timotius Djemey, selaku Ketua Majelis Hakim PHI Palembang saat membacakan putusan Nomor 28/Pdt.Sus-PHI/2014/PN.Smr, Selasa (10/3/2015).

Dengan demikian, meskipun masa kerja Firman hanya setahun lebih empat puluh hari, Hakim Timotius berpendapat PT Angkasa Sakti yang berlokasi di Jl. PM Noor Pondok Surya Indah, Blok CA, No.1, Samarinda Utara itu, wajib membayar secara tunai kepada Firman berupa uang pesangon dan uang penggantian hak, sisa gaji, serta cuti tahunan yang seluruhnya berjumlah sebesar Rp.43,8 juta. (***Jm)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of