Minggu, 21 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
372

Mirip Menteri Ketenagakerjaan, TKI Loncati Pagar BNP2TKI

Menteri Ketenagakerjaan (kanan), TKI (kiri). (dok.: ***Jar)
Menteri Ketenagakerjaan (kanan), TKI (kiri). (dok.: ***Jar)
Menteri Ketenagakerjaan (kanan), TKI (kiri). (dok.: ***Jar)

Jakarta | Masih ingat dengan tindakan Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, saat ia loncat pagar di salah satu tempat penampungan TKI bermasalah?. Serentak namanya begitu heboh dan banyak mendapat pujian dari berbagai kalangan. Dirinya juga menyatakan bahwa ia adalah anak seorang mantan TKI.

Siang kemarin, Jumat (10/7/15) di depan gedung Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), puluhan mantan TKI Pelaut menggelar aksi unjuk rasa atas kasus yang mereka alami karena tak kunjung menemukan titik penyelesaian sejak 2012 silam. Pada tanggal 8 Desember 2014, mereka sempat ditemui Kepala BNP2TKI dan dijanjikan akan diselesaikan kasusnya, “Kalau saya tidak bisa menyelesaikan kasus kalian, saya siap dituntut mundur dari jabatan kepala badan,” ujar Nusron pada saat itu di depan para pendemo.

Janji tersebut hingga kini belum direalisasikan oleh Nusron, sehingga para TKI Pelaut kembali menggelar aksi untuk menagih komitmen BNP2TKI. Namun, ternyata Nusron tidak ada di kantornya. “Pak pimpinan masih dalam acara safari Ramadhan,” papar salah satu pegawai BNP2TKI yang turun dan menemui para pendemo.

Yang menarik dalam aksi siang tadi adalah, ada salah satu TKI yang menirukan gaya pak Hanif Dhakiri. Yaitu, loncat pagar. Ketika ditanya, ia menjawab “Saya ini korban, saya TKI prosedural, punya KTKLN. Tapi, kenapa ketika saya pulang tidak digaji KTKLN yang saya miliki ternyata bodong/tidak ada asuransinya?. KTKLN kan yang keluarkan BNP2TKI, berarti ada masalah nih sama BNP2TKI terkait asuransi KTKLN. Kalau pak Menteri bisa loncati pagar penampungan TKI bermasalah, saya juga bisa loncati pagar lembaga pemerintah yang bermasalah dong?” ucap Djarwo yang juga anak mantan TKI.

Untuk diketahui, para pendemo merupakan para mantan TKI Pelaut yang memiliki KTKLN dan bermasalah. Dari mulai gaji tidak dibayar, diperbudak, kecelakaan kerja, PHK sepihak, penelantaran, pemalsuan dokumen, korban trafficking, hingga kembali menjadi korban proposal oleh LSM nakal yang mengaku peduli TKI.

Mereka, mengaku berangkat dari PT. Karlwei Multi Global, PT. Lakemba Perkasa Bahari, PT. Bahana Samudera Atlantik, dan PT. Dafa Putra Jaya. Harapan para korban, BNP2TKI selaku badan pelindung TKI dan yang mengeluarkan KTKLN bisa bertanggungjawab akan hal tersebut.‎ (***Jar)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of