Selasa, 12 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
525

PHI Gorontalo Anggap Kontrak Tetap Sah Walau Menyimpang UU

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Gorontalo | Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Gorontalo, yang diketuai oleh Hakim Abdullah Mahrus, menyatakan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), yang umum dikenal dalam hubungan ketenagakerjaan sebagai perjanjian kontrak, dianggap sah meskipun isinya menyimpang dri ketentuan peraturan perundang-undangan.

Demikian diucapkan Hakim Abdullah dalam persidangan yang dinyatakan terbuka untuk umum dengan dihadiri oleh pihak Penggugat yakni Abdul Mohamad Lasarudin, terhadap PT Bandar Trisula, yang berlokasi di Jl. Teuku Umar, Kota Selatan, Kota Gorontalo. Lasarudin terpaksa menggugat perusahaan tempatnya bekerja ke PHI Gorontalo pada 1 April 2015, karena diputuskan kontraknya secara sepihak pertanggal 19 Desember 2014, dengan alasan tidak mencapai target kerja yang telah ditentukan perusahaan.

Putusan PHI Gorontalo yang diberi Nomor 07/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Gto itu, menggunakan Pasal 1338 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata), terkait Asas Kebebasan Berkontrak. Menurut Hakim Abdullah, Kebebasan yang dimaksud terbagi dalam beberapa hal yakni : (1) Bebas menentukan apakah satu pihak atau para pihak akan melakukan perjanjian atau tidak. (2) Bebas menentukan dengan siapa ia akan melakukan perjanjian. (3) Bebas menentukan isi atau klausul perjanjian (substansi). (4) Bebas menentukan bentuk perjanjian (format perjanjian). dan (5) Kebebasan-kebebasan lainnya yang menyimpangi dengan peraturan perundang-undangan.

“Bahwa yang dimaksudkan dengan Kebebasan Berkontrak tersebut termasuk juga untuk mengesampingkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dalam hal perkara a quo kebebasan dimaksud adalah kebebasan untuk membuat perjanjian kerja waktu tertentu,” sebut Hakim Abdullah, Senin (22/6/2015).

Atas pertimbangan demikian, Hakim Abdullah menghukum perusahaan membayar upah sisa kontrak selama 3 (tiga) bulan, terhitung sejak bulan Januari 2015 hingga Maret 2015, sebesar Rp.3,9 juta, dan menolak gugatan Lasarudin. (***Jm)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of