Selasa, 17 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
422

Sepuluh TKI ABK Terlantar di Peru Tanpa Upah

Ilustrasi. (foto: tribunnews.com)
Ilustrasi. (foto: tribunnews.com)

Jakarta | “Saya beserta sembilan kawan saya telah bekerja selama setahun, dan saya kemudian di telantarkan di Dermaga Calau Peru selama sebulan tidak diberi jatah makan maupun tempat tinggal, untuk makanpun saya meminta belas kasihan dari teman-teman yang bekerja di kapal lain”, ujar Parwoto (identitas disamarkan), TKI asal Cirebon yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di Kapal Long Line yang bernama Playa De Somo berbendera Spanyol.

Parwoto mengaku pernah membayar Rp.6  juta untuk proses pemberangkatannya melalui salah satu perusahaan penempatan tenaga kerja luar negeri. Peristiwa itu terjadi pada 21 Januari 2013 silam, sebagai biaya penempatan dengan kontrak kerja selama 18 bulan dan gaji $250/bulan.

Lanjutnya, ia tidak terima dengan tindakan perusahaan yang belum membayarkan upahnya selama 6 bulan. “Saya mau mengadukan permasalahan gaji saya yang belum dibayar oleh pihak Agency selama 6 bulan ke BNP2TKI”, ujar Parwoto di Gedung BNP2TKI yang didampingi oleh Bambang dari Serikat Pekerja Indonesia Luar Negeri (SPILN), Senin (28/7/2015).  

Bambang ditugaskan oleh SPILN, untuk mendampingi Parwoto mengadukan persoalannya di BNP2TKI. Menurut Bambang, pihaknya akan mendesak BNP2TKI untuk memanggil pihak perusahaan secepatnya, agar segera dilakukan mediasi untuk menyelesaikan permasalahan Parwoto. Bambang juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Secara tidak langsung, Bambang menjelaskan harapan Ketua Umum SPILN, Imam Ghozali agar pemerintah segera memberi kejelasan akan regulasi perlindungan terhadap ABK WNI yang bekerja di luar negeri.  (***Jar)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of