Jumat, 15 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
802

TKI Sakit, Tetap Tanggung Biaya Pengobatan Sendiri

Gedung Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Jl. Jend. MT Haryono, Jakarta.
Gedung Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Jl. Jend. MT Haryono, Jakarta.
Gedung Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Jl. Jend. MT Haryono, Jakarta.

Taiwan | “Paspor dan Perjanjian Kerja (PK) saya di tahan oleh Majikan saya, gaji saya dipotong 9 bulan setiap bulannya pun tidak jelas pemotongannya, setelah bekerja 9 bulan saya mengalami sakit tetapi ketika saya berobat ke Rumah Sakit saya menanggung biaya pengobatannya sendiri”.

Demikian pernyataan seorang TKI di Taiwan, sebut saja Cunx asli Cilacap Jawa Tengah saat mengadukan permasalahan yang dialaminya kepada Serikat Pekerja Indonesia Luar Negeri (SPILN), Rabu (8/7/2015). Lebih lanjut, Cunxmengatakan dirinya dipekerjakan secara tidak layak, saya kan tidak tahu kalau saya kerjanya hanya jaga nenek, tetapi ternyata saya disuruh bantuin ditoko, bukan sekedar jaga toko tapi setiap pagi sebelum mereka datang semua alat buat bikin roti harus saya yang mencucinya, itu semua saya yang mengerjakan, padahal menurut perjanjian kerja, saya bekerja hanya merawat nenek.

“Karena saya bekerja ngurus nenek dan disuruh mbantuin bikin roti di toko, dari awal saya berangkat pada Oktober 2014 lalu sampai sekarang, saya setiap hari hanya bisa pasrah, pada akhirnya saya merasakan sakit dibagian perut, setelah saya sudah tidak tahan lagi saya meminta bantuan sama teman saya untuk bantuin gomong ke dokter bahwa saya sakit apa, karena saya belum lancar dalam berbahasa Taiwan”, ujar Cunx.

Saya kira mereka mau menanggung semua pengobatan saya, ternyata mereka lepas tanggung jawab. Kemudian saya meminta bantuan kepada Agency malah pihak Agency bilang kalo saya sakit biaya pengobatan harus bayar sendiri, bukan cuma pihak Agency KDEI juga sama saja melontarkan jawaban yang sama, saat ini saya masih berobat jalan dan sayapun masih belum mendapatkan kejelasan dari Dokter tentang sakit yang saya rasakan saat ini, karena saya masih disuruh menunggu 3 bulan kabar dari Dokter, ungkap Cunx ketika dihubungi lewat telepon.

Atas laporan tersebut, SPILN meminta Pemerintah, Khususnya Kementrian Ketenagakerjaan dan Badan Nasiaonal dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), untuk tegas memberikan sanksi kepada perusahaan yang telah melakukan kesalahan dan tidak menjalankan Permenakertans Nomor 22 Tahun 2014 Tentang Pelaksana Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri.

Untuk diketahui, Cunx mengaku Berangkat melalui PT. Sema (Sejahtera Eka Pratama) yang beralamatkan di Jakarta Timur. Dan Agency yang di Taiwan bernama Excellent Man Power yang beralamat di 10F.-,No.169, Beida Rd. North Disk. Hsinchu city. Dirinya berharap supaya biaya pengobatan selama dia belum sembuh agar di bayar oleh majikan, Serta Paspor dan Kontrak Kerja, KTP Taiwan miliknya di kembalikan. (**Jar)

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Arifin Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Arifin
Guest
Arifin

Mohon solusinya pak/buk, adik saya sekarang kerja di malaysia jadi TKI pabrik. Saat ini adik saya sedang mengalami sakit.. Apakah adik saya bisa di pulangkan atau gimana karena gaji bulan ini ditahan sama perusahaan karna dia gak bisa kerja. Mohon bantuannya pak