Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
381

Alami Luka Bakar, TKI asal Lombok Pulang Dengan Biaya Sendiri

Jannah, Tenaga Kerja Indonesia asal Lombok Tengah. (foto: Kobumi)
Jannah, Tenaga Kerja Indonesia asal Lombok Tengah. (foto: Kobumi)
Jannah, Tenaga Kerja Indonesia asal Lombok Tengah. (foto: Kobumi)

Hongkong | Jannah (20), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Lombok Tengah, mengalami luka bakar dari perut hingga ke kakinya. Ironisnya, Ia dipulangkan dari tempatnya bekerja di Abu Dhabi (UEA) ke Indonesia dengan biaya pemulangan ditanggung sendiri.

“Saya berkomunikasi dengan korban via sosial media, Jannah mengungkapkan bahwa dirinya tersiram air panas yang baru saja mendidih pada saat ia disuruh membuatkan kopi majikannya,” ujar Elis, Anggota Komunitas Buruh Migran Indonesia (Kobumi) kepada BuruhOnline, Sabtu (8/8) via rilis tertulisnya.

Lanjut, kata Elis, Jannah diketahui berasal dari Dusun Montong Kecial, Desa Gemel, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah. Korban menceritakan berbagai perlakuan kasar yang dilakukan oleh majikannya, meski pasca kejadian itu si korban sempat dibawa kerumah sakit. Namun, korban hanya diperban dan dikasih anti biotik saja.

”Kami sempat berkomunikasi dengan si majikan itu dengan meminta bantuan saudari Hana, Tim Kobumi yang bisa berbahasa arab. Dan sang majikan mau memulangkan korban asalkan dengan uangnya sendiri,” imbuhnya.

Selain akan dipulangkan dengan biaya ditanggung sendiri, kata Elis, biaya rumah sakit juga dibayar dari gaji korban sendiri. “Ini jelas tak adil, korban mengalami kecelakaan pada saat melakukan pekerjaannya. Semestinya, baik biaya pengobatan maupun kepulangannya ke Indonesia dicover oleh majikannya,” tegas Elis (Kobumi), yang berkantor di Hongkong.

“Semoga sesampainya di Indonesia ada yang membantu menyelesaikan kasus Jannah. Mengingat, biaya kepulangannya ia dapat dari meminjam uang kepada temannya, untuk tambahan membeli tiket pesawat,” papar Elis ketika menghubungi korban.

Sementara itu, Siti Maryam (50), orangtua korban membenarkan kalau ia mempunyai seorang putri yang berangkat ke Saudi sejak beberapa tahun lalu. Ia mengaku tidak pernah mendapat kabar dari putrinya itu sejak ia berangkat. ”Saya tidak tahu dia berangkat pakai perusahaan apa, karena tidak pernah memberitahu. Karena dia tidak tinggal dengan saya sejak dia kelas 3 sekolah dasar,” lirihnya yang sudah berusia setengah abad tersebut. (***Is)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of