Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
746

Anjuran Disnaker Diabaikan, PT Tridayamas Diancam Disidangkan

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bandung | Puluhan pegawai PT Tridayamas Sinar Pusaka yang tergabung dalam Serikat Pekerja Tekstil Sandang Kulit-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPTSK-SPSI) Kabupaten Bandung melakukan audiensi dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bandung, Rabu (5/8/2015).

Pada audiensi yang dipimpin langsung oleh Kepala Disnaker Kabupaten Bandung, Rukmana, membahas terkait masalah upah para pegawai yang dibayarkan pihak perusahaan, tidak sesuai Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK).

Ketua SPTSK-SPSI Kab. Bandung, Uben Yunara mengatakan, karena pihak perusahaan tak mau membayarkan upah pekerja sesuai UMK Kab. Bandung, akhirnya pekerja melaporkan permasalahan tersebut ke Disnaker.

Di tengah jalan, kurang lebih 60 pekerja dari total sekitar 400 pekerja, dirumahkan tanpa batas waktu dan tidak dibayar. Upah yang diterima pun sekitar Rp 1,8 juta sangat jauh di bawah UMK Kabupaten Bandung sebesar Rp 2.001.195, ujar Uben usai audiensi, siang tadi.

Kepala Disnaker Kabupaten Bandung, Rukmana menambahkan, dari sisi kedinasan pihaknya sudah membuat nota, namun tidak diperbaiki oleh pihak perusahaan. Setelah itu kami lanjutkan lagi dengan memberikan peringatan dan memanggil pihak perusahaan, tapi tetap tidak juga. Tentunya sangat wajar ketika upah dibayar di bawah UMK, pekerja melakukan perlawanan.

Rukmana pun meminta PT Tridayamas segera memperbaiki masalah pengupahan tersebut. Terlebih, situasi yang menambah permasalahan ketika para pekerja dirumahkan tanpa sesuai aturan ketenagakerjaan yang berlaku.

“Kalau order yang lagi tidak bagus di perusahaan itu, pasti ada yang dirumahkan. Tapi kan ada ketentuannya. Upahnya pun harus dibayar. Kami dari dinas dalam konteks mediator yang membuat regulasi, harus memberikan bantuan agar bisa terselesaikan,” katanya.

Pihaknya pun akan membuat sebuah anjuran kepada pihak perusahaan yang harus ditaati. Kalau anjuran itu diabaikan, setelah perselisihan ini akan kami sidangkan, ancamnya.

Pada prinsipnya, tambah dia, tujuan pihaknya dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perusahaan dan pekerjanya, dengan harapan memperjuangkan keadilan sosial. Artinya keadilan untuk pekerja dan pemberi kerja. Kami melakukan upaya ini, tujuannya untuk keadilan. Hak dan kewajiban harus berimbang. Agar ondusifitas dalam bekerja bisa tercapai, tutupnya. (***Zyn)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of