Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
376

Diberi Makanan Expired, TKI ABK Protes

Ilustrasi. (gambar: aktual.co)

aktualcoJakarta | Sebanyak 17 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di atas kapal kolekting MV. DAE YOUNG 111, memprotes pihak PT. Imperial Shiping Logistic Co. Ltd selaku Pemilik Kapal, atas pasokan bahan makanan (logistik) yang diberikan kepada mereka.

Makanan tersebut dianggap sudah tidak layak komsumsi/expired, dan bahkan banyak yang sudah membusuk. “Daging ayam, daging sapi, ikan tenggiri, dan sayur-sayuran yang diberikan oleh Owner untuk stok makanan kami di tengah laut, tidak layak untuk dimakan dan sudah expired serta banyak yang busuk,” ujar salah satu ABK kepada Buruhonline.com via rilis tertulisnya, Jumat (31/7/15).

Ke 17 ABK tersebut juga protes kepada Kapten kapal, pasalnya selain untuk dikomsumsi mereka, logistik tersebut nantinya akan diberikan/disuplai ke kapal-kapal Operasi/Penangkap ikan yang sedang berada di tengah samudera. Hal tersebut dianggap tidak manusiawi, para ABK bekerja keras menangkap ikan di laut lepas tanpa kenal waktu, dan membutuhkan fisik yang kuat, kenapa diberi makanan yang sudah busuk dan expired.

Berbeda jauh dengan logistik yang diberikan Owner kepada ABK asal China, semua masih fress dan layak komsumsi. Dari mulai daging ayam, daging sapi, sayuran, hingga daging babi semua masih bagus untuk dimakan. Mereka kecewa dan merasa didiskriminasi, dari hal makanan yang tak sama kualitasnya hingga perbedaan gaji yang terpaut jauh. Misal, dengan jabatan yang sama para ABK Indonesia gajinya $300/bulan. Sedangkan untuk para ABK asal China, gajinya bisa $600-$800/bulan, sebut para ABK, dikutip dari rilis mereka.

Setelah diprotes oleh para ABK, akhirnya Kapten kapal menginstrusikan untuk membuang logistik yang sudah busuk tersebut. Menurut para ABK, kejadian seperti itu sudah sejak lama berlangsung, dan bahkan belum lama ini dikabarkan ada dua orang ABK Indonesia asal Nusa Tenggara Barat yang tewas akibat beratnya kerja, dan tak higieniesnya makanan yang dikomsumsi di tengah laut.

Untuk diketahui, mereka mengaku berangkat dari Indonesia melalui PT. Lakemba Perkasa Bahari yang berdomisili di kawasan Bekasi dan memiliki kantor cabang di Tegal, Jawa Tengah. Para ABK berharap kepada Perwakilan Pemerintah Indonesia di luar negeri, bisa rutin melakukan sidak ke pelabuhan-pelabuhan di Trinidad and Tobago, salah satunya pelabuhan Porth Of Spain, dan di areal pengedokan Chaghuarammas, supaya KBRI mengetahui secara riil kondisi para ABK, baik dari segi makanan hingga kelayakan kapal tempat mereka bekerja. (***Is)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of