Kamis, 19 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
527

Diminta Hakim Datang, Ratusan Buruh Sungintex Hadiri Sidang

Buruh Sungintex hadiri sidang PHI Bandung, Senin (31/8/2015).
Buruh Sungintex hadiri sidang PHI Bandung, Senin (31/8/2015).
Buruh Sungintex hadiri sidang PHI Bandung, Senin (31/8/2015).

Bandung | Tak terima diputuskan hubungan kerja secara sepihak sejak Oktober 2013, sebanyak 200-an buruh PT Sungintex memenuhi permintaan Hakim Maringan Marpaung untuk hadir dalam sidang yang digelar di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, Senin (31/8/2015) siang tadi.

Menurut Kuasa Hukum para buruh, Iskandar Zulkarnaen mengatakan, kehadiran para buruh adalah untuk memenuhi permintaan hakim pada persidangan Senin lalu (24/8/2015). Pada saat itu, Hakim mempertanyakan keaslian Kartu Tanda Penduduk (KTP) para penggugat yang berjumlah 410 orang.

Selain itu, Hakim juga ingin para penggugat hadir dalam persidangan. “Majelis meminta agar kami menunjukkan KTP asli para penggugat dan juga hadir dalam persidangan. Untuk itu, hari ini kami bersama dua ratusan buruh hadir memenuhi permintaan hakim,” terang Iskandar.

Para buruh yang mayoritas tinggal di Kota Bekasi itu, menggunakan dua bus dan puluhan sepeda motor untuk mendatangi Gedung Pengadilan, yang berada di Jl. Surapati, Bandung tersebut. Menurut perwakilan para buruh, Deda Priatna, mereka meminta agar pengusaha PT Sungintex yang berlokasi di Jl. Raya Narogong, KM.12,5, Ds. Cikiwul, Kec. Bantargebang, Kota Bekasi itu, membayarkan hak pesangon senilai Rp.9 miliar lebih jika tidak lagi bersedia mempekerjakan kembali.

Lebih lanjut Deda menegaskan, bahwa dirinya tak selangkahpun mundur dari perjuangan yang telah ia dan kawan-kawannya lakukan selama dua tahun belakangan ini. “Kami akan terus memperjuangkan hak-hak kami, pantang bagi saya untuk mundur walau Cuma selangkah,” tuturnya kepada buruhonline.com setelah turut menghadiri persidangan.

Dalam perkara pemutusan hubungan kerja yang diregisterasi dengan perkara Nomor 133/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg itu, pihak perusahaan yang diwakili oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Barat, diberi kesempatan untuk menjawab gugatan para buruh, tutup Deda. (***Sol)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of