Selasa, 15 Oktober 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
314

Diputus Kontrak Sebelum Waktunya, Warganegara Amerika Gugat Mulia Resort

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Denpasar | Melalui Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Denpasar, Paul Reken Slagle berkewarganegaraan Amerika Serikat mengajukan gugatan terhadap PT Mulia Graha Tatalestari, tempatnya bekerja sejak 22 Agustus 2012.

Paul meminta PHI Denpasar untuk menghukum perusahaan penyewaan resort dan villa di Nusa Dua, Bali tersebut, ganti rugi sebesar USD 73.500 dan kompensasi sebesar Rp534,9 juta. Ia beralasan, perusahaan telah mengakhiri secara sepihak kontrak kerja yang seharusnya berakhir pada Agustus 2015.

Terhadap pengakhiran perjanjian kontrak kerja per-16 Juni 2014 itu, perusahaan berdalih, Paul telah berkali-kali melalaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya, yaitu sebagai Senior Beverage Manager. Diantaranya tidak membuat program beverage tahunan, kedapatan tidak melakukan cek ZJ’s di malam minggu, tidak mengecek program bersih-bersih, jarang terlibat dalam inventory harian bar, tidak memberikan ide-ide untuk jadwal hari raya Nyepi, dan tidak melakukan pembukaan table8.

Alasan perusahaan mengakhiri kontrak kerja Paul, dianggap oleh Majelis Hakim PHI Denpasar sah menurut hukum. Hakim Cening Budiana mendasarkan pertimbangan hukumnya pada ketentuan Pasal 61 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Paul dianggap melakukan pelanggaran-pelanggaran yang termuat dalam perjanjian kerja, sehingga tidak ada alasan bagi Majelis Hakim untuk memerintahkan perusahaan membayar ganti rugi terhadap pengakhiran perjanjian kontrak secara sepihak, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 62 UU Ketenagakerjaan.

“Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya,” ujar Hakim Cening selaku Ketua Majelis Hakim membacakan amar putusan Nomor 3/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Dps, Senin (4/5/2015), yang dihadiri oleh kuasa hukum para pihak. (***Jm)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of