Kamis, 18 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
342

Dua Tahun Kerja Diluar Negeri, Sisa Upah Masih Ditahan Perusahaan

Ilustrasi. (foto: tribunnews.com)
Ilustrasi. (foto: tribunnews.com)

Jakarta | Miris, nasib pekerja migran asal Indonesia yang bekerja sebagai pelaut di kapal luar negeri, padahal mereka sudah bekerja dengan baik di atas kapal sebagai anak buah kapal (ABK). Dari jam kerja yang tak ada aturan, kerja berat tangkap ikan, hingga tak dipulangkan setelah kontrak kerja berakhir.

“Saya kerja 2 tahun sesuai kontrak perjanjian, setelah selesai kontrak saya tidak segera dipulangkan. Malah, saya ditampung di kapal bekas. Selain itu gaji saya juga tak dibayar semua,” jelas Lintang, salah satu korban kepada buruhonline.com via rilisnya tertulisnya Senin, (3/8/2015).

Lanjut ia, dirinya berangkat keluar negeri melalui PT MRD dengan janji digaji $500/bulan dengan pembayaran sistem delegasi. “$250 dibayar diatas kapal ketika sandar dan setengahnya ditransfer oleh Owner di luar negeri kepada pihak perusahaan pengirim, dan diteruskan ke rekening saya atau keluarga saya dirumah,” tambah Lintang menjelaskan rincian gajinya.

Lintang dan 2 orang temannya mengaku bekerja hingga selesai kontrak sebagai ABK di perairan Angola, Afrika pada sebuah kapal penangkap ikan milik perusahaan Inter Burgo yang berpusat di Korea dan memiliki cabang di Angola.

“Maret lalu saya dipulangkan ke Indonesia, sisa gaji saya hanya dibayar separuh oleh Inter Burgo. Dan sisanya dijanjikan akan dibayar pada bulan Juni hingga Juli paling telat melalui PT. MRD, namun hingga Agustus ini kenyataannya belum dibayar juga. Setiap saya datang ke PT. MRD atau telepon untuk menagih, pihak perusahaan selalu bilang bahwa Inter Burgo belum mengirimkan sisa gajinya. Ketika ditanya kapan akan dibayarnya, pihak MRD tidak bisa memberikan kepastian kapan dan saya hanya disuruh menunggu”, jelasnya.

Untuk diketahui, hak ketiga korban tersebut yang belum dibayar sesuai memo gaji yang dipegang para korban masing-masing berkisar antara $2000 hingga $2500. “Saya dan teman-teman bingung mau mengadu kemana, semoga pemerintah mau membantu masalah kami,” tutup lintang. (***Is)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of