Type to search

Berita

Hakim Lupa Perintahkan Pengembalian Ijazah Dalam Amar Putusan

Share
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Surabaya | Menimbang bahwa berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) No. 001/PKWT/TABI/ABP18/V/2014, tanggal Mei 2014 pasal 7 (T-1) ijazah Penggugat yang dititipkan kepada Tergugat wajib dikembalikan oleh Tergugat kepada Penggugat karena berdasarkan Pasal 2 terhitung tanggal 10 Mei 2015 putus hubungan kerja antara Tergugat dengan Penggugat, demikian pertimbangan hukum Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya, yang diketuai oleh Hakim Jihad Arkanuddin.

Pertimbangan hukum yang termuat dalam Putusan Nomor 34/G/2015/PHI.Sby tersebut, dibacakan Senin (6/7/2015) yang dihadiri oleh para pihak dalam persidangan yang dinyatakan terbuka untuk umum.

Namun demikian, perintah pengembalian ijazah milik Andy Arizal yang harus dilakukan oleh Perusahaan The Autobridal Prioritas tersebut, tidak termuat dalam amar putusan. Hakim Jihad hanya memuat berakhirnya perjanjian kerja keduanya dengan pemberian ganti rugi upah sejak Juli 2014 hingga Mei 2015 sebesar Rp.26,7 juta.

Untuk diketahui, Andy terpaksa menggugat perusahaan yang berlokasi di Jl. Arief Rahman Hakim, No.18, Surabaya itu, disebabkan pengakhiran perjanjian kontrak sepihak pada 12 Juli 2014. Dalam dalil sanggahannya, perusahaan memutus kontrak kerja Andy karena dirinya terlibat perkelahian dengan sesama rekan kerja.

Andy dalam repliknya tertanggal 4 Mei 2015, membantah dalil sanggahan perusahaan. Menurutnya, justru dirinya telah berdamai dengan rekan kerjanya saat terjadi pemeriksaan di Polsek Sukolilo. Sehingga atas pengakhiran perjanjian kontrak secara sepihak itu, Andy dalam surat gugatannya tanggal 18 Maret 2015, menuntut perusahaan untuk membayar sisa upah dan pengembalian ijazah dirinya yang ditahan oleh perusahaan. (***Ys)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *