Rabu, 17 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
514

Himbauan Bekerja Secara Lisan, PHI Anggap Mogok Kerja Tidak Sah

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Karawang | Selain telah menunjukkan itikad tidak baik, dengan menetapkan lamanya mogok kerja hingga 11 bulan terus menerus selama 24 jam penuh, dan pernah adanya himbauan agar peserta mogok kerja masuk bekerja seperti biasa, menjadi dasar pertimbangan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung dalam mengabulkan gugatan PT FCC Indonesia terhadap Sujiyanto, dkk (4 orang).

Dalam amar putusan Nomor 190/Pdt.Sus-PHI/2014/PN.Bdg, keempat pekerja tersebut dianggap mengundurkan diri dari perusahaan yang berkedudukan di di Jalan Maligi III Lot J-1 Kawasan Industri KIIC Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang itu, dan hanya mendapatkan uang penggantian hak beserta upah proses PHK selama 6 bulan, yang seluruhnya berjumlah sebesar Rp.82,2 juta.

“Menghukum Penggugat untuk membayar uang kompensasi berupa hak-hak para Tergugat akibat Pemutusan Hubungan KerjaPHK tersebut secara langsung dan tunai, dengan jumlah seluruhnya sebesar delapan puluh dua juta dua ratus delapan puluh enam ribu tujuh ratus lima puluh tujuh rupiah,” ujar Hakim Harry Suptanto selaku Ketua Majelis Hakim PHI Bandung.

Hakim Harry menilai, mogok kerja yang akan dilakukan selama 11 (sebelas) bulan dan terus menerus adalah sangat bertentangan dengan tujuan mogok kerja itu sendiri yaitu mogok kerja dimaksudkan hanya untuk menghentikan sementara atau memperlambat suatu pekerjaan.

“Dengan adanya pemberitahuan mogok kerja yang berbulan-bulan tersebut, sudah sangat jauh dari tujuan mogok itu sendiri, sehingga dapat disimpulkan, bahwa para Tergugat sudah tidak berminat untuk bekerja atau melakukan kewajibannya, meskipun Penggugat telah menghimbau untuk bekerja kembali, namun para Tergugat faktanya tetap tidak mau menjalankan kewajibannya,” tandasnya, Senin (22/4/2015) lalu. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of