Senin, 22 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
468

Momentum Hari Kemerdekaan: Surat Dari ABK Untuk Pak Jokowi

11 ABK Indonesia Terjebak di Inggris.
11 ABK Indonesia Terjebak di Inggris.

Cilacap | Cerita seorang mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Cilacap, Jawa Tengah, yang menyatakan dirinya ingin tidur seribu tahun lagi. “Setelah bangun karena tertidur, letih terasa, ku ingin tidur 1000 tahun lagi,” begitulah ucapannya dikutip dari status akun facebook-nya.

Setelah dikonfirmasi lebih jauh lagi, buruhonline.com mencoba menelisik langsung kepada si pemilik akun fb yang diketahui bernama @Ags Leo melalui chating di sosial media. Dikatakan oleh Ags, dirinya mengaku sebagai korban. “Ya. Saya adalah korban gaji tidak dibayar, saya 3 tahun kerja jadi ABK di luar negeri. Perusahaan yang mempekerjakan saya -katanya bangkrut, dan perusahaan yang memberangkatkan saya juga tidak bertanggung-jawab. Bahkan ketika saya sudah pulang ke Indonesia, ternyata perusahaan tersebut sudah tutup,” jawab Ags ketika ditanya awal kisahnya.

Lebih lanjut, dirinya merasa lelah, dan ingin tidur setahun lagi karena sudah bingung mau kemana ia mengadukan kasusnya. Ia berharap, setelah ia terbangun dari tidurnya akan ada kabar keadilan untuknya. “Ini hanya bahasa hati saya, sebab kasus yang saya alami buntu dan tak ada solusi dari pemerintah Indonesia,” celetuk Ags dengan lirih via telepon, Senin (17/8) siang.

Upaya dalam mengadukan permasalahannya dianggap sudah maksimal, hampir semua instansi pemerintah ia pernah datangi dan adukan. “Dari mulai badan pelindung TKI (BNP2TKI), Kemnaker, Kemlu, Dephub, Bareskrim, LPSK, Wakil Rakyat (DPR), hingga aksi-aksi demonstrasi pernah saya lakukan,” ujarnya.

Bahkan, Ags menyatakan bahwa dirinya pernah pula bertemu dengan orang nomor satu di negeri ini pada salah satu acara yang mana pada saat tersebut Presiden hadir. “Pada acara Jambore di bumi perkemahan Cibubur, saya ditunjuk jadi salah satu satgas keamanan. Pada saat Pak Jokowi datang ke acara, saya mengamankan beliau dari serbuan ribuan peserta di acara tersebut yang ingin meminta salaman kepada orang ternama di negeri ini. Sambil menahan dorongan ribuan orang yang ingin bersalaman dengan pak Presiden, saya sempat bersalaman dengan beliau. Sambil bersalaman saya menyelipkan selembar kertas yang sudah saya lipat rapi dengan isi surat dan nomor telpon saya,” papar Ags bercerita kejadian yang belum lama tersebut.

Berharap, berdo’a, dan berusaha agar pak Presiden membaca isi surat yang ia serahkan. “Saya cuma tulis isi surat yang saya serahkan ke pak Jokowi, Pak… tolong bantu selesaikan kasus 203 ABK Trinidad and Tobago, sambil saya lampirkan nomor telepon saya,” ungkapnya.

Ags hanyalah salah satu dari 203 orang total korban dari kasus yang terjadi pada 2012 silam. “Memang, kasus kami terjadi dan terbongkar bukan pada masa pak Jokowi. Tapi, kepada siapa lagi kami harus mengadu, mengeluh, dan meminta bantuan. Sedangkan semua Instansi pemerintah yang terkait dengan permasalahan kami saling lempar? Kami tak akan pernah lelah untuk berbicara. Kepada siapapun, dimanapun, dan kapanpun hingga akhirnya kami mendapat keadilan di negeri ini,” tutup Ags. (***Is)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of