Senin, 22 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
593

Pekerja Outsourcing BUMN Curhat ke Presiden Soal BPJS

logo3Jakarta | Kiki Ikki melalui pengaduan online www.lapor.go.id, mencurahkan kegelisahannya terhadap kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) terhadap pekerja outsourcing, yang hingga kini belum ada kejelasan status hubungan kerjanya dengan perusahaan milik negara. Berikut curahan hati Kiki :

Saya pegawai outsourcing di perusahaan BUMN bidang telekomunikasi, saya sudah bekerja lebih dari 5 tahun di perusahaan BUMN ini namun perusahaan outsourcingnya yang berganti-ganti entah karena kebijakan atau untuk mengelabui peraturan saya tidak peduli.

Saya tidak menuntut agar diangkat menjadi pegawai tetap karena hal tersebut hampir mustahil biar pun ada berita pertemuan Menakertrans dengan mentri BUMN saya tidak berharap banyak paling hanya pencitraan. Saya cuma meminta/memohon agar kami memperoleh jaminan baik jaminan kesehatan (dari BPJS atau pun asuransi lainnya), jaminan kecelakaan kerja ataupun Jaminan Hari Tua. Sampai saat ini sebagian dari kami banyak yang belum dapat perlindungan kesehatan, asuransi kami sebelumnya sudah berakhir desember 2014 namun BPJS belum jadi (sampai saat ini hanya sebagian yang sudah jadi itu pun kami sendiri yang urus secara kolektif ke bpjs bukan dari perusahaan outsourcing bersangkutan).

Khusus Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan (JHT) kami tidak tahu apakah dibuatkan baru atau diperpanjang? Bila dibuatkan baru, sampai sekarang kami belum dapat Kartu/No peserta yang baru. Bila diperpanjang, kami sudah tanya ke kantor Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan ternyata iuran Jamsostek kami tidak disetorkan oleh perusahaan outsourcing kami (PT Infomedia solusi humanika/anak perusahaan PT Telkom) selama 2 s/d 3 tahun terakhir padahal potongan jalan terus tiap bulan, sampai dengan saat ini belum ada kejelasan. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of