Type to search

Berita

Perkara di Tingkat Kasasi Belum Putus, Putusan NO Belum Dapat Digugat Kembali

Share
Gedung Mahkamah Agung, Jakarta.

Gedung Mahkamah Agung, Jakarta.

Sidoarjo | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya, menyatakan untuk yang kedua kalinya, gugatan Fitria Ernawati, dkk (69 orang) terhadap PT Sinar Abadi Can tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard).

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Jihad Arkanuddin, Senin (29/6/2015) lalu, gugatan Fitria yang didaftarkan pada 2 Februari 2015 di Kepaniteraan PHI Surabaya, dengan register perkara Nomor 14/G/2015/PHI.Sby, memiliki subyek dan obyek hukum yang sama dengan perkara Nomor 76/G/2014/PHI.Sby.

Hal tersebut diketahui dari alat bukti surat yang diajukan oleh PT Sinar Abadi Can, berupa foto copy salinan Putusan perkara Nomor 76/G/2014/PHI.Sby tanggal 13 Oktober 2014. Meskipun dalam amar putusannya menyatakan gugatan Fitria yang pertama tidak dapat diterima, namun dalam alat bukti surat lain yang diajukan perusahaan, terdapat adanya upaya kasasi pada 23 Oktober 2014 yang diajukan Fitria ke Mahkamah Agung, dan hingga kini belum diputus.

Atas kedua alat bukti surat tersebut, Hakim Jihad Arkanuddin selaku Ketua Majelis Hakim, memandang cukup beralasan untuk menyatakan gugatan kedua yang diajukan Fitria tidak dapat diterima. Sebab menurutnya, hal tersebut adalah untuk menghindari adanya putusan yang saling bertentangan dan menjamin adanya kepastian hukum terhadap eksepsi yang diajukan oleh perusahaan.

“Sehingga dengan demikian berdasarkan alasan dan dasar hukum ( legal reasoning) tersebut diatas maka menurut pendapat Majelis Hakim terhadap gugatan Para Penggugat yang berkualitas demikian haruslah dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard),” ujar Hakim Jihad Arkanuddin.

Untuk diketahui, Fitria, dkk terpaksa mengajukan gugatan ke PHI Surabaya karena perusahaan berniat memindahkan sebagian para pekerja dari Jl.Brigjend Katamso No.211, Waru-Sidoarjo ke lokasi perusahaan yang juga berada di Desa Watesari, Balongbendo-Sidoarjo. Fitria, dkk yang telah berusia diatas 40 tahun tidak berkeberatan terhadap maksud perusahaan, asalkan diberi tambahan tunjangan transportasi, namun permintaan tersebut tidak dapat dikabulkan perusahaan. (***Ys)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *