Sabtu, 14 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
658

Pernah Diberikan Lalu Dihilangkan, Hakim Maringan Kabulkan Tunjangan Shift dan Kehadiran

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bekasi | Dengan dalil pernah diberikan sejak tahun 2001 hingga tahun 2006, tuntutan Ibnu Setyawan, dkk (168 orang) atas tunjangan shift II dan shift III, serta premi kehadiran, dikabulkan terhitung sejak Mei 2015 oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (9/6/2015).

Dalam amar putusan yang dibacakan oleh Majelis Hakim PHI Bandung yang diketuai oleh Hakim Maringan Marpaung, tuntutan yang diajukan oleh Ibnu Setyawan dan kawan-kawan dapat dikabulkan sebagian, yaitu dengan menghukum PT TPR Enpla Indonesia membayar tunjangan shift II sebesar Rp.3 ribu perhari kerja dan shift III sebesar Rp.5 ribu perhari kerja, serta premi kehadiran sebesar Rp.25 ribu perbulan.

Sedangkan terhadap tuntutan tunjangan transport sebesar Rp.6 ribu perhari, tidak dapat dikabulkan. Pasalnya, tidak diketemukan bukti tentang pernah adanya pemberian uang transport, dan perusahaan telah menyediakan bus antar jemput, tegas Hakim Maringan.

Hakim Maringan juga memberikan hukuman uang dwangsom sebesar Rp.1 juta perhari, apabila perusahaan yang berada di Kawasan MM2100, Blok L-14, Cibitung, Bekasi itu, lalai dalam menjalankan isi putusan terhitung sejak putusan dibacakan.

Sebab, tuntutan Ibnu Setyawan merupakan perselisihan kepentingan, sehingga putusan PHI Bandung adalah putusan pada tingkat pertama dan terakhir, sebagaimana diatur dalam Pasal 56 huruf b Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.

“Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian,” ujar Hakim Maringan membacakan amar putusan dalam perkara Nomor 36/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of