Rabu, 17 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
486

Pilkada Karawang-Bekasi, Buruh Hendak Dukung Cellica dan Obon

Cellica Nurrachadiana (kiri) dan Obon Tabroni (kanan).
Cellica Nurrachadiana (kiri) dan Obon Tabroni (kanan).
Cellica Nurrachadiana (kiri) dan Obon Tabroni (kanan).

Karawang, Bekasi | Kami sudah coba apa yang kami bisa, Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa. Masih ingat bait kalimat puisi terkenal di tahun 1948 buah karya Chairil Anwar? Ya, Karawang-Bekasi. Puisi yang ditulis sebagai ungkapan adanya fakta pembantaian Rawagede di tahun 1947 itu, seakan ingin kembali menoreh sejarah.

Bedanya, kini Karawang-Bekasi yang merupakan dua daerah berbentuk kabupaten dengan puluhan kawasan industri tersebut, hendak mengadakan pesta demokrasi yaitu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), yang akan diikuti oleh pasangan dengan dukungan buruh (proletar).

Kedua kabupaten yang sama-sama terletak di Provinsi Jawa Barat itu, akan diikuti oleh pasangan calon yang mendapatkan simpatik dan dukungan dari buruh adalah, wanita kelahiran Bandung, 35 tahun yang lalu, Cellica Nurrachadiana dari Partai Demokrat yang telah resmi menjadi Pasangan Calon Bupati Karawang 2016-2021 dengan Nomor Urut 3.

Meskipun Cellica bukan berasal dari dunia pergerakan perburuhan, tetapi pengalamannya selama lebih dari tiga tahun sebagai Wakil Bupati Karawang Periode 2011-2016, dan setahun menjadi Plt. Bupati Karawang, telah merebut hati kaum buruh di Karawang dengan memberikan kontribusi yang besar bagi kesejahteraan kaum buruh dalam beberapa tahun terakhir, diantaranya adalah berani menetapkan Upah Minimum Kabupaten Karawang tertinggi di Provinsi Jawa Barat, mengalahkan Kabupaten Bekasi.

Dan segera akan menyusul, Obon Tabroni, pria yang aktif pada pergerakan kaum buruh dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), khususnya di Bekasi ini, konon telah mendapatkan restu dari Presiden FSPMI, Said Iqbal untuk mengikuti tahapan Pilkada Bekasi tahun 2017.

Obon digadang-gadangkan akan diusung oleh kalangan buruh secara langsung, tanpa Partai alias independen. Dirinya beberapa hari yang lalu juga telah mendeklarasikan kesiapannya mengikuti tahapan Pilkada 2017, yang akan diawali dengan pengumpulan sekitar 220 ribu Kartu Tanda Penduduk (KTP) wilayah Kabupaten Bekasi. Jumlah KTP tersebut merupakan syarat yang telah ditentukan oleh undang-undang, yaitu harus didukung sekurang-kurangnya 6% dari jumlah penduduk, apabila pasangan bakal calon Kepala Daerah hendak mengikuti Pilkada dari jalur perseorangan atau non partai.

Dapatkah keduanya yang mendapatkan dukungan dari kaum buruh, memimpin Karawang dan Bekasi di tahun depan? Buruh Go Politics, slogan Obon Tabroni yang bergelar Sarjana Ekonomi itu. (***Ys)

1
Leave a Reply

avatar
0 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of