Type to search

Berita

Tak Ada Perjanjian, Mitra Kerja Holcim Diwajibkan Hapus Buruh Kontrak

Share
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Bogor | Rekanan kerja PT Holcim Indonesia Tbk., PT Kamadjaja Logistics dihukum oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung untuk menetapkan status buruhnya dari pekerja kontrak menjadi tetap. Pasalnya, menurut PHI Bandung, pengakhiran hubungan kerja terhadap Rojali, dkk (17 orang) tidak beralasan hukum.

“Menyatakan status hubungan kerja antara Para Penggugat dengan Tergugat tidak terputus dan status hubungan kerja adalah pekerja tetap atau Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu,” ujar Hakim Wasdi Permana selaku Ketua Majelis Hakim. Hal tersebut didasarkan pada pertimbangan, karena sebagian besar Para Penggugat sudah bekerja pada Tergugat selama lebih dari 3 (tiga) tahun dan bahkan ada yang sudah 5 (lima) tahun lebih, dan juga sebagian Para Penggugat tidak mempunyai PKWT secara tertulis dalam tenggang waktu 5 (lima) tahun, tandas Hakim Wasdi.

Meskipun PT Kamadjaja memperoleh pekerjaan atau mendapat order atau pesanan pekerjaan dari PT Holcim berdasarkan perjanjian waktu tertentu yaitu, pertama dari tanggal 1 Maret 2009 hingga 31 Juli 2011, dan kedua dari tanggal 1 April 2012 sampai dengan 31 Maret 2015. Akan tetapi, hubungan kerja antara Rojali dan perusahaan tidak mempunyai PKWT secara tertulis dalam tenggang waktu 5 (lima) tahun.

Selain itu, perusahaan yang beralamat di Jl. Narogong KM. 25, Klapanunggal, Kabupaten Bogor itu, juga dihukum untuk membayar seluruh upah sejak November 2013 hingga diajukannya gugatan oleh Rojali dan kawan-kawan pada 25 Agustus 2014, yang seluruhnya berjumlah sebesar Rp.437,5 juta.

“Mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian,” ujar Hakim Wasdi membacakan amar putusan Nomor 138/Pdt.Sus-PHI/2014/PN.Bdg. (***Ys)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *