Type to search

Berita

Tak Mungkin Lagi Dapat Bekerja, PHI Kabulkan PHK

Share
Iliustrasi. (foto: republika.co.id)

Iliustrasi. (foto: republika.co.id)

Bandung | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, mengabulkan permohonan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang diajukan oleh Bambam Kurnia, pekerja PT Pilar Utama Contrindo, Senin (27/7/2015). Pasalnya, Bambam tak lagi dapat melanjutkan hubungan kerja terhitung sejak tahun 2013, karena menderita sakit mata yang menyebabkan kebutaan.

Hingga tahun 2014, Bambam mengajukan permohonan PHK ke perusahaan, namun tidak mendapatkan kepastian jawaban. Sehingga, Bambam memutuskan untuk mengajukan gugatan PHK ke PHI Bandung pada 23 Maret 2015. Dalam petitumnya, perusahaan yang berada di Jl. Ciliwung No. 13 Kota Bandung itu, dituntut untuk membayar uang pesangon sebesar Rp.74 juta.

Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Jonlar Purba berpendapat, keinginan pekerja dapat dipertimbangkan karena sesuai dengan surat keterangan dari dokter pusat mata nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung tertanggal 30 Desember 2014 yang menyatakan pekerja tidak dapat beraktifitas/bekerja lagi, walaupun perusahaan masih bersedia menerima pekerja untuk bekerja walau dalam keadaan sudah tidak bisa melihat.

Menurut ketentuan Pasal 172 UU Ketenagakerjaan, berbunyi : Pekerja/buruh yang mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat akibat kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah melampaui batas 12 (dua belas) bulan dapat mengajukan pemutusan hubungan kerja dan diberikan uang pesangon 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3), dan uang pengganti hak 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (4).

“Karena pekerja dalam keadaan sakit berkepanjangan sudah tidak bisa melihat lagi, maka Penggugat mendapat hak dari Tergugat sebagaimana ketentuan pasal 172 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, sehingga petitum angka 2 (dua) dan 3 (tiga) gugatan Penggugat dapat dikabulkan,” ujar Hakim Jonlar membacakan putusan dalam perkara Nomor 63/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg. (***Ys)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *