Type to search

Sekitar Kita

Belum Ditemukan, Merpati Airlines Menghilang

Share
Ilustrasi. (foto: planetpictures.net)

Ilustrasi. (foto: planetpictures.net)

Jakarta | Bagai ditelan bumi, kelanjutan nasib lebih dari 2.000 orang pekerja PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati) yang tidak lagi mendapatkan upah sejak Desember 2013, hingga kini menghilang. Perusahaan penerbangan komersil yang telah berusia genap 53 tahun pada 6 September lalu itu, telah berstatus stop operasi sejak Februari 2014.

Meski rekomendasi dari Panitia Kerja (Panja) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah terbit 2 Juli 2014 lalu, yang meminta agar Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) segera menyelesaikan permasalahan perusahaan Merpati secara tuntas, dan dioperasikan kembali. Namun, usulan penyelesaian melalui Program Strategis Penyelamatan Merpati kepada Menteri Keuangan melalui surat Kementerian BUMN No. S-473/MBU/08/2014, tanggal 18 Agustus 2014, tidak juga menemukan penyelesaian.

Merasa tak didengar upayanya, akhirnya Komisi VI DPR berhasil memasukkan anggaran pembayaran hutang upah pekerja Merpati yang terdiri dari Pilot, Pramugari dan staff sebesar Rp.800 Miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan Tahun 2015, yang dananya dititipkan pada PT Perusahaan Pengelola Aset.

Namun Perusahaan Pengelola Aset tidak begitu saja mencairkan dana yang dikualifikasi sebagai Penyertaan Modal Negara (PMN) itu, dan memberikannya kepada pekerja Merpati. Akan tetapi, Perusahaan Pengelola Aset menunda pencairan upah, dan mendahulukan untuk meresetrukturisasi hutang yang dimiliki perusahaan penerbangan tersebut. Padahal, penyegeraan pembayaran gaji telah disepakati bersama antara perwakilan pekerja Merpati dengan Rini Soemarno (Menteri BUMN) pada 10 Februari 2015 lalu.

Kini pekerja Merpati sangat berharap atas pembayaran upah yang ditunda hingga hampir 21 bulan, dan dapat kembali aktif bekerja, bukannya seperti sekarang bagai menyelesaikan masalah tambah masalah. (***Ys)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *