Selasa, 17 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
444

Dipanggil Setelah Sembilan Bulan Tak Bekerja, PHI: Panggilan Tidak Patut

Ilustrasi. (gambar: intisari-online.com)
Ilustrasi. (gambar: intisari-online.com)

Surabaya | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (10/8/2015) mengabulkan sebagian gugatan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang diajukan oleh Bambang Irawan dan Nunuk Indrawati terhadap CV Melati. Dalam amar putusan Nomor 45/G/2015/PHI.Sby, perusahaan dihukum untuk membayar uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak sebesar Rp.121,4 juta.

Majelis Hakim PHI Surabaya yang diketuai oleh Hakim Jihad Arkanuddin, menilai PHK yang dilakukan CV Melati terhadap kedua pekerjanya dengan alasan telah dianggap mengundurkan diri, adalah tidak sah karena tidak sesuai dengan Pasal 168 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Menurut Hakim Jihad, berdasarkan fakta persidangan, Bambang yang bermasa kerja selama 22 tahun dan Nunuk selama 10 tahun, telah tidak bekerja sejak bulan Agustus 2014. Akan tetapi, perusahaan yang berkedudukan Jl. Pucang Anom 51, Surabaya itu, baru melakukan pemanggilan bekerja kepada keduanya pada tanggal 11 dan 15 Mei 2015.

“Majelis Hakim berpendapat, terbukti surat panggilan perusahaan yang dikirimkan kepada para pekerja, tidak patut. Karena para pekerja sudah tidak masuk kerja sejak bulan Agustus 2014, sehingga Majelis Hakim berkesimpulan alasan pemutusan hubungan kerja dengan kualifikasi mengundurkan diri tidak sah,” terang Hakim Jihad. (***Jm)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of