Type to search

Sekitar Kita

Dipecat Sepihak, Seratusan Pekerja Interindo Duduki Pabrik

Share
Belasan Pekerja PT Interindo bermalam ditenda depan pintu gerbang pabrik, Selasa (15/9) malam.

Belasan Pekerja PT Interindo bermalam ditenda depan pintu gerbang pabrik, Selasa (15/9) malam.

Bekasi | Setelah diputuskan hubungan kerja pada dua pekan lalu, seratusan pekerja PT Interindo Dutatekno, masih duduki pabrik dengan cara memasang tenda didepan pintu gerbang. Mereka mengaku khawatir dengan tindakan perusahaan komponen alat penerangan interlite itu, yang secara tiba-tiba membawa mesin-mesin keluar dari area perusahaan. Pasalnya, perusahaan telah berhasil membawa keluar kabel dan beberapa mesin senilai lebih dari 10 miliar.

Menurut Mulyadi, Sekretaris Federasi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Indonesia (FSBDSI) PT Interindo, pemutusan hubungan kerja yang dilakukan tidak berdasar hukum. Sebab, lanjut ia, dilakukan tanpa putusan pengadilan hubungan industrial. “Tindakan pemecatan yang dilakukan perusahaan merupakan pemberangusan serikat buruh,” tutur Mulyadi, Selasa (15/9) malam.

Sebanyak 130 pekerja yang bermasa kerja lebih dari 3 tahun hingga 25 tahun tersebut, tidak lagi diperbolehkan bekerja oleh perusahaan yang berlokasi di Jl. Raya Narogong, Bantargebang, Kota Bekasi itu sejak 1 September 2015 lalu. Alasannya adalah karena mereka sudah dianggap oleh perusahaan mengundurkan diri, dengan dalih melakukan mogok kerja tidak sah.

“Sebelum kami mogok kerja, kami sudah ajukan ijin ke perusahaan, Dinas Tenaga Kerja, Polisi dan masyarakat. Karena perusahaan melakukan tindak sewenang-wenang, dengan memutasikan rekan kami yang pengurus serikat pekerja ke Jakarta Utara,” tambah Mulyadi. Ia juga mengatakan, mutasi yang dilakukan perusahaan telah dibatalkan oleh Disnaker Bekasi, dan memerintahkan pengusaha untuk mempekerjakan kembali dengan membayar upah selama tidak dipekerjaan.

Mulyadi, dkk berharap pada sidang mediasi yang akan digelar Disnaker pada Kamis (17/9/2015) yang akan datang,  perusahaan dapat hadir untuk mencari titik temu penyelesaian. “Mudah-mudahan mediasi besok, perusahaan bisa hadir. Karena selama ini perusahaan selalu tidak datang ketika di panggil DPRD,” ujarnya. (***PD/Hz)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *