Minggu, 15 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
553

Menanyakan THR Teman, Mantan Sekretaris Serikat Pekerja Dipecat

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bekasi | Tak menyangka akan berakibat fatal, tindakan Subchan Safarri yang mempertanyakan pemberian tunjangan hari raya (THR) keagamaan milik Yunika, menjadi dasar pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan oleh PT Techno Indonesia. Perusahaan yang berlokasi di Jl. Jati 6 Blok J-5 No.19, Kawasan Newton Techno Park Lippo, Cikarang, Bekasi itu, mengkualifikasikan tindakan Subchan melanggar ketentuan Pasal 39 ayat (3) Perjanjian Kerja Bersama, yang hanya mendapatkan uang pisah.

Atas PHK sepihak yang dilakukan oleh perusahaan sejak 17 Oktober 2014 tersebut, pada 25 Februari 2015 Subchan yang pernah menjadi Sekretaris Serikat Pekerja itu, mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, dengan tuntutan agar memanggil dan memberikan kompensasi kepada pekerja sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Dalam pertimbangan hukumnya, Hakim Pranoto selaku Ketua Majelis Hakim PHI Bandung menilai, bahwa dipersidangan terungkap, Subchan telah melakukan pencemaran nama baik perusahaan, dengan mengaku mewakili orang lain yang bukan bawahannya, yaitu Yunika yang tidak dapat THR, dan atas pelanggaran yang dilakukan Subchan tersebut berlaku Pasal 39 ayat (3) dengan mendapatkan uang pisah.

Namun dari 3 Hakim, Hakim Anggota Maulana Syahidin tidak sependapat dengan kedua rekan hakim lainnya. Hakim Maulana menuangkan pendapatnya dalam Dissenting Opinion yang pokoknya menyatakan, tuduhan atau klaim pernyataan perusahaan bahwa Subchan telah melakukan kesalahan berat, berupa pencemaran nama baik dan pelanggaran berat lainnya tidak cukup terbukti, sehingga oleh karenanya Subchan seharusnya berhak atas uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak berdasarkan Pasal 156 ayat (2), ayat (3) serta ayat (4) UU Ketenakerjaan.

Karena hanya Hakim Maulana yang berpendapat berbeda, maka perkara PHK Subchan tetap diputus dengan pemberian kompensasi uang pisah. “Memerintahkan kepada Tergugat untuk membayar uang penghargaan masa kerja kepada Penggugat sebesar Rp.7,3 juta,” tegas Hakim Pranoto, Kamis (30/7/2015) membacakan amar putusan dalam perkara Nomor 41/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of