Kamis, 14 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
577

Menggabungkan Dua Masalah Berbeda, Gugatan Tidak Dapat Diterima

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bandung | Tak terima diputuskan hubungan kerja secara sepihak oleh PT Gunajaya Sentosa, pada 2 April 2015 lalu, Andri Triyana dan Maman mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, yang diregisterasi dengan perkara Nomor 78/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg.

Dalam surat gugatannya, Andri mendalilkan dirinya di-PHK karena dianggap mangkir dengan didasarkan pada ketentuan Pasal 168 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Sedangkan Maman, dianggap melakukan kecerobohan sehingga merugikan perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp.40 juta.

Keduanya di-PHK terhitung sejak bulan Desember 2013, dan menuntut pembayaran uang pesangon sebesar Rp.144 juta, serta meletakkan sita jaminan terhadap tanah dan bangunan PT Gunajaya yang terletak di Jl. Rancajinggang, No.110, Rt.04/10, Majalaya, Bandung itu.

Terhadap gugatan yang didalilkan oleh Andri dan Maman, Majelis Hakim PHI Bandung berpendapat, ditemukan fakta bahwa para pekerjadalam mengajukan gugatannya terhadap perusahaan telah terjadi adanya kumulasi gugatan, yaitu penggabungan beberapa gugatan dalam satu gugatan, dengan adanya kumulasi subjektif (mengandung orang yang berbeda) maupun kumulasi objektif (mengandung masalah yang berbeda).

Menurut Hakim Harry Suptanto, penggabungan gugatan Andri dan Maman tidak adanya koneksitas dan hubungan hukum dari masing-masing subjek hukum. Oleh karena, apa yang menjadi dasar Andri menggugat tidak sama dengan dasar yang menjadi gugatan Maman. demikian pula antara Adnri dan Maman tidak mempunyai kepentingan hukum yang sama atau tidak mempunyai hubungan hukum yang erat. Sehingga harus diperiksa serta diputus dalam proses pemeriksaan dan putusan yang terpisah dan berdiri sendiri, dengan tujuan untuk memudahkan proses pemeriksaan dan menghindari terjadinya kemungkinan putusanputusan yang saling bertentangan.

“Menimbang, bahwa oleh karena gugatan para Penggugat tidak memenuhi formal gugatan, dengan demikian gugatan para Penggugat dalam pokok perkara tidak relevan lagi untuk dipertimbangkan, dan harus dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard),” ujar Hakim Harry, Rabu (29/7/2015). (***Jm)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of