Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
697

Merokok Jadi Alasan PHK, PHI: Pekerjakan Kembali Buruh Goodyear

Ilustrasi. (gambar: intisari-online.com)
Ilustrasi. (gambar: intisari-online.com)

Bogor | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (29/7/2015) mengabulkan seluruhnya gugatan Herwan untuk dipekerjakan kembali pada posisi semula dalam tenggang waktu 14 (empat belas) hari kerja, terhitung sejak dibacakannya putusan.

Hakim Harry Suptanto selaku Ketua Majelis Hakim, menyatakan Surat Keputusan (SK) Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dikeluarkan oleh PT Goodyear Indonesia tidak sah, karena tidak beralasan hukum. Sebab, meskipun tindakan Herwan yang merokok ditempat mudah terbakar dan berpotensi memicu kebakaran. Namun perusahaan diminta untuk tetap menjalankan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), yang hanya mengatur pemberian sanksi atas tindakan tersebut adalah pemberian Surat Peringatan III, bukan PHK.

“Oleh karenanya Surat Keputusan No. 127/HR–GY/KPts/V/2014, harus dinyatakan tidak sah dan memerintahkan kepada Tergugat untuk memanggil Penggugat untuk bekerja kembali paling lama 2 minggu setelah putusan ini dibacakan, serta memberikan surat peringatan ke 3 kepada Penggugat,” ujar Hakim Harry membacakan amar pertimbangan hukum perkara yang diregister dengan Nomor 74/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg itu.

Herwan, tak terima dengan PHK yang dilakukan oleh tempatnya bekerja terhitung sejak 7 Mei 2014. Sehingga melalui Kuasa Hukumnya, Iskandar Zulkarnaen dari Tim Advokasi Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (FS KEP), menggugat perusahaan yang berlokasi di Jl. Pemuda, No. 27, Kota Bogor itu, ke PHI Bandung pada 31 Maret 2015 lalu. (***Jm)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of