Rabu, 18 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
866

Meski Tanpa Pengalaman, Buruh Ini Berani Seorang Diri Bela Anggotanya di Pengadilan

Afrijal, Ketua Pengurus Serikat Ikatan Serikat Buruh Indonesia (ISBI) PT Jaya Nurimba.
Afrijal, Ketua Pengurus Serikat Ikatan Serikat Buruh Indonesia (ISBI) PT Jaya Nurimba.
Afrijal, Ketua Pengurus Serikat Ikatan Serikat Buruh Indonesia (ISBI) PT Jaya Nurimba.

Bekasi | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, menggelar sidang perdana Perkara Nomor 135/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg atas gugatan yang diajukan oleh Agus Indarto dan Nurul Hikmah melawan PT Jaya Nurimba, Kamis (10/9/2015) siang tadi. Kuasa Hukum kedua pekerja, Afrijal menjelaskan latar belakang kejadian yang menimpa kedua rekan kerjanya tersebut.

Bermula dari pemindahan tugas (mutasi) yang tiba-tiba terhadap Agus dan Hikmah, dan tanpa diberikan waktu kesempatan oleh perusahaan untuk mengajukan alasan ketidak-bersediaan, berbuntut pada pelarangan bekerja kepada keduanya. Pasalnya, perusahaan yang beralamat di Jl. Teuku Umar Km. 45, Cibitung, Kab. Bekasi tersebut, mengkualifikasikan tindakan mereka yang tidak bersedia bekerja sejak 1 Juni 2013 dibagian yang baru sebagai mangkir (tidak hadir).

Karena tidak tercapai kesepakatan pada saat mediasi di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, akhirnya Afrijal yang merupakan Ketua Pengurus Serikat Pekerja Ikatan Serikat Buruh Indonesia (ISBI) di PT Jaya Nurimba, meski tanpa berbekal pengalaman yang cukup, memberanikan diri memperjuangkan nasib hubungan kerja anggotanya yang diputus sejak 12 Juni 2013.

Dalam sidang pemeriksaan awal siang tadi, PT Jaya Nurimba selaku Tergugat tidak hadir dan tidak pula mengutus wakilnya. Sehingga, persidangan lanjutan akan digelar pada 1 Oktober yang akan datang. Demikian seperti yang dituturkan oleh Sulaeman selaku Panitera Pengganti yang bertugas sebagai pencatat jalannya persidangan kepada buruhonline.com. “Sidangnya ditunda hingga awal bulan depan Mas, mengingat pihak perusahaan hari ini tidak hadir, jadi diberi kesempatan untuk hadir kembali,” tutur Sulaeman.

Afrijal mengaku dirinya belum pernah sidang di PHI, dan siap menghadapi segala resiko yang akan menimpa dirinya, tuturnya ketika ditanya persiapan apa saja yang dilakukan dalam menghadapi pengusaha di pengadilan, mengingat kini dirinya masih bekerja di perusahaan yang ia gugat. “Saya bismillah saja, niat baik mudah-mudahan akan diganjar dengan kebaikan,” ujar Afrijal. (***Sol)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of