Jumat, 15 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
471

Perjuangkan THR Senilai Tiga Juta, Seorang Pekerja Gugat Perusahaan

Ilustrasi. (foto: fajar.co.id)
Ilustrasi. (foto: fajar.co.id)

Bekasi | Merasa dirugikan karena tidak dibayar Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaannya, Ahmad Sarifudin seorang diri menggugat PT Detpak Indonesia ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung. Dalam surat gugatan tertanggal 2 April 2015, Sarifudin menuntut perusahaan yang berlokasi di Delta Silicon Industrial Park, Jl. Angsana Raya A2, No.2, Lippo Cikarang, Kab. Bekasi, untuk membayar THR sebesar Rp.3,1 juta.

Meskipun nilai yang digugat terbilang tidak sebanding dengan biaya yang dirinya butuhkan untuk mengajukan gugatan ke PHI Bandung. Sebab, radius dari Bekasi ke Bandung ditempuh dengan jarak lebih dari 100 kilometer. Namun, hal tersebut tidak memupuskan niat Sarifudin untuk memperjuangkan keadilan bagi dirinya.

Perusahaan dinilai keliru, sebab hanya memberikan uang pesangon tanpa THR. Sedangkan perusahaan menganggap sudah tidak ada lagi hubungan kerja dengan Sarifudin sejak 22 Oktober 2013, karena sudah memberikan uang pesangon pada 6 Desember 2013. Sehingga perusahaan berdalih tidak lagi mempunyai kewajiban apapun terhadap Sarifudin.

Majelis Hakim PHI Bandung yang diketuai oleh Hakim Maringan Marpaung berpendapat, bahwa berdasarkan Pasal 6 ayat (1) Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER-04/MEN/1994, yang berbunyi : Pekerja yang putus hubungan kerjanya terhitung sejak waktu 30 (tiga puluh) hari sebelum jatuh tempo hari Raya Keagamaan berhak atas THR. Sedangkan Penggugat telah Putus Hubungan Kerja terhitung tanggal 22 Oktober 2013, oleh karena itu maka tuntutan Penggugat ditolak.

“Terhadap pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan tahun 2014 tidak dapat dikabulkan dan haruslah dinyatakan ditolak,” tutur Hakim Maringan membacakan pertimbangan hukum, Selasa (30/6/2015) dalam perkara yang diregisterasi dengan Nomor 79/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg itu. (***Jm)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of