Jumat, 20 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
997

Tak Percaya Pengadilan, Ratusan Buruh Voksel Bangun Tenda Perjuangan

Buruh PT Voksel bangun tenda perjuangan.
Buruh PT Voksel bangun tenda perjuangan.
Buruh PT Voksel bangun tenda perjuangan.

Bogor | Setelah dipanggil untuk kembali kerja melalui surat tercatat dari pihak PT Voksel Electric Tbk, ke-520 pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Aneka Sektor Indonesia (FSPASI) justru hingga kini mendirikan tenda perjuangan di depan perusahaannya yang beralamat di Cileungsi, Bogor – Jawa Barat.

Para pekerja terpaksa memasang tenda perjuangan, karena belum mendapatkan tanggapan dari perusahaan terhadap tutuntannya. Merekapun telah menyampaikan permasalahannya ke Direktorat Kepengawasan pada Kementerian Ketenagakerjaan, awal bulan September lalu untuk memberikan tekanan kepada Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bogor dalam membantu memaksimalkan perundingan. Akan tetapi, upaya tersebut belum ada tanggapan yang serius dari Disnaker setempat terhadap pelanggaran-pelanggaran yang ada di perusahaan tersebut.

‘Kami akan terus bermalam di tenda perjuangan ini sampai pihak perusahaan mau menerima semua tuntutan kami,” ungkap Koordinator Aksi, Herry kepada buruhonline.com, Sabtu (19/9). Menurutnya, mereka tengah mengajukan tuntutan berupa pencabutan skorsing dan pekerjakan kembali Suratman selaku Ketua PUK SPMM Voksel Electric FSPASI. Karena hal tersebut dinilai sebagai bagian dari pemberangusan serikat pekerja.

Lebih lanjut, ia mengatakan, bahwa mereka juga meminta perubahan status seluruh pekerja Kontrak/Harian/Borongan menjadi pekerja PKWTT (tetap). Karena sistem kerja yang diberlakukan Perusahaan melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, mereka juga ingin diberikan upah sesuai berdasarkan sektor sebesar Rp.3,1 juta

Herry juga menegaskan, bahwa dirinya bersama yang lain, akan terus bertahan dengan tenda perjuangan itu, karena mekanisme perselisihan yang ada di Negara ini menurut mereka tidak bisa menyelesaikan perselisihan. “Kami memilih terus bertahan di tenda ini sampai perusahaan menerima tuntutan kami, karena kalau lewat jalur hukum yang ada, dapat dipastikan Pengadilan mengabulkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap ratusan anggota kami,” tutupnya. (***PD).

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of