Rabu, 17 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
356

Tak Terima Diputus Kontrak, Warganegara India Ajukan Gugatan ke PHI

Ilustrasi. (gambar: intisari-online.com)
Ilustrasi. (gambar: intisari-online.com)

Gresik | Asish Ramesh Kapoor, warganegara India yang bekerja sebagai General Manager PT Ispat Panca Putera, menggugat tempat bekerjanya itu ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Gresik. Pasalnya, Kapoor diputuskan perjanjian kontraknya secara sepihak pada 17 Mei 2014, hanya dengan pemberian ganti rugi sebesar 3 (tiga) bulan upah.

Dirinya menganggap perusahaan yang beralamat di Jalan Tridharma, No.3, Kav. D, Kawasan Industri Gresik itu, telah tidak memberikan haknya sesuai dengan ketentuan Pasal 62 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Sehingga berdasarkan surat gugatan tanggal 3 Februari 2015, Kapoor menggugat perusahaan lebih dari Rp.3 Miliar.

Terhadap dalil gugatan Kapoor, perusahaan menguraikan alasan-alasan pengakhiran hubungan kerja sepihak, yaitu penurunan target produksi di tahun 2013 dan tidak sesuai jadwal, penurunan kesejahteraan karyawan, dan keluhan staff terhadap sikap Kapoor. Sehingga perusahaan mengambil sikap untuk tidak melanjutkan hubungan kerja kontrak yang baru akan berakhir pada April 2015.

Dalam pertimbangan hukumnya, PHI Gresik menganggap pengakhiran hubungan kerja terhadap Kapoor, haruslah disertai dengan ganti rugi. “Menimbang, bahwa petitum Penggugat angka 4 yang memohon kepada Majelis Hakim untuk menyatakan menghukum Tergugat untuk memberikan hak normatif Penggugat, dikabulkan untuk sebagian yaitu berupa ganti rugi terhadap Penggugat sebanyak sepuluh bulan upah pokok sebesar Rp.412,5 juta, sesuai Pasal 62 UU 13/2003,” tutur Hakim I Gede Astawa selaku Ketua Majelis Hakim PHI Gresik, saat membacakan amar pertimbangan hukum, Kamis (23/4/2015).

Selain itu, Hakim Astawa juga melalui Putusan Nomor 4/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Gsk, turut menjatuhkan perintah kepada perusahaan untuk menanggung biaya tiket perjalanan Kapoor beserta keluarganya ke India sebesar Rp.38,7 juta, sesuai dengan ketentuan Pasal 48 UU 13/2003. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of