Minggu, 15 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
838

Tanpa Panggilan, Tak Penuhi Syarat Kualifikasi Mengundurkan Diri

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bandung | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, menyatakan ketidak-hadiran Mochamad Ginandjar, dkk (9 orang) di PT Personal Assistant, tidaklah dapat dianggap mengundurkan diri. Pasalnya, perusahaan yang berlokasi di Jalan Situsari II No.15A, Buah Batu, Bandung itu, tidak melakukan pemanggilan kepada para pekerja sebanyak 2 (dua) kali secara patut dan tertulis.

Hakim Jonlar Purba selaku Ketua Majelis Hakim yang mengadili perkara yang diregisterasi dengan Nomor 47/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg itu, berdasarkan ketentuan Pasal 162 ayat (3) huruf a dan Pasal 168 ayat (1) UU No. 13 Tahun 2003, harus ada surat panggilan kerja dari pengusaha kepada para pekerja secara patut dan tertulis sebanyak 2 (dua) kali sebagai syarat sahnya pengunduran diri. Sedangkan didalam fakta persidangan, surat panggilan tersebut tidak ada, maka dapat disimpulkan para pekerja tidak memenuhi syarat untuk dikualifikasikan mengundurkan diri, karenanya dalil perusahaan yang menyatakan para pekerja telah mengundurkan diri tidak terbukti.

Namun, ketidak-hadiran Ginandjar, dkk dipandang sebagai sebuah pelanggaran hukum, sehingga Majelis Hakim menyatakan putus hubungan kerja kesembilan pekerja dengan PT Personal Assistant terhitung sejak 6 (enam) bulan setelah tidak masuk bekerja pada bulan Desember 2013.

“Menurut pendapat Majelis Hakim adalah patut Para Penggugat dinyatakan telah melakukan pelanggaran hukum yang berakibat hubungan kerja Para Penggugat diputus dari Tergugat, dengan memerintahkan kepada Tergugat untuk membayar uang pesangon sebesar 1 kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja sebesar 1 kali ketentuan Pasal 156 ayat (3), dan uang penggantian sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4) UU No. 13 Tahun 2003,” tegas Hakim Jonlar, Senin (13/7/2015). (***Jm)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of