Kamis, 19 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
701

Dipecat Karena Habis Kontrak, Buruh Ini Gugat Tiga Perusahaan Sekaligus

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bandung | Tidak lagi diperbolehkan masuk kerja seperti biasa sejak 21 Oktober 2014, akhirnya Taufik mengajukan gugatan perselisihan hubungan industrial ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung. Dalam surat gugatan tertanggal 21 September 2015, Taufik menggugat tiga perusahaan sekaligus, yaitu PT Restindo Dayatama, PT Rahayu Santosa dan PT Prima Sentra Compositindo.

Pada sidang pemeriksaan pendahuluan, Rabu (21/10) siang ini, Majelis Hakim PHI Bandung yang diketuai oleh Hakim Siswanto, menyatakan ketiga perusahaan tidak hadir meski telah dipanggil secara patut. Atas hal itu, Hakim Siswanto meminta agar Panitera Pengganti, Beti Kencana untuk kembali memanggil perusahaan. “Karena pada persidangan pertama ini perusahaan tidak hadir tanpa alasan, dan namun demikian kita harus kembali memberi kesempatan untuk dipanggil kembali. Jadi persidangan hari ini kita tunda hingga Rabu, 4 Nopember 2015,” ujar Hakim Siswanto.

Taufik yang ditemui sesaat setelah persidangan, menceritakan alasan dirinya menggugat ketiga perusahaan tersebut. Menurut ia, dirinya diperjanjikan kontrak sebanyak 6 kali dengan PT Restindo Dayatama sejak 16 Juni 2008 hingga 16 November 2010. Lalu pada 21 Nopember 2011 hingga 20 Desember 2013, dirinya diperjanjikan kontrak sebanyak 4 kali dengan PT Rahayu Santosa yang didalam perjanjian kontrak tersebut, mengaku bertindak untuk dan atas nama PT Restindo Dayatama.

Kemudian, Taufik kembali disuruh menanda-tangani perjanjian kontrak pada 23 Desember 2013 dan 21 April 2014 oleh PT Prima Sentra Compositindo. Anehnya, perjanjian kontrak ini, perusahaan diwakili oleh HRD yang sama dengan HRD PT Rahayu Santosa, yang mengaku bertindak sebagai wakil dari PT Restindo Dayatama. Selain itu, menurut Taufik, dirinya sejak awal bekerja, melakukan pekerjaan sebagai operator di lokasi perusahaan yang sama, yaitu di Jl. Raya Bogor, Km.48 (Jl. Bintang Mas), No. 23, Nanggewer, Kab. Bogor.

Taufik menganggap, upaya perusahaan merupakan siasat untuk mengaburkan hubungan kerja dirinya, dan sebagai langkah untuk tidak memenuhi kewajiban guna memberikan hak-hak atas pengakhiran hubungan kerja kepada dirinya. Karena, tindakan perusahaan yang menyuruhnya menanda-tangani perjanjian kontrak hingga 12 kali, merupakan pelanggaran terhadap Pasal 59 ayat (4) dan ayat (6) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, jelasnya kepada buruh-online di PHI Bandung.

Dalam tuntutannya sebagaimana tertulis dalam surat gugatan yang diregister dengan Nomor 187/Pdt.Sus-PHI/2015.PN.Bdg, Taufik meminta agar Majelis Hakim PHI Bandung yang memeriksa kasusnya, menyatakan perjanjian kerja kontrak yang dibuatnya dengan ketiga perusahaan harus dinyatakan demi hukum beralih menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu, dengan PT Restindo Dayatama terhitung sejak adanya hubungan kerja.

Taufik juga menyatakan tidak keberatan jika PT Restindo Dayatama tidak lagi menginginkan adanya hubungan kerja dengannya, asalkan kepadanya diberikan uang pesangon sebesar 2 kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) UU 13/2003 yang seluruhnya berjumlah sebesar Rp.59 juta, serta upah selama tidak dipekerjakan sejak 21 Oktober 2014. Selain itu, Taufik juga meminta agar PHI Bandung, memerintahkan perusahaan untuk menerbitkan surat pengalaman kerja dirinya. (***Hz)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of