Rabu, 17 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
848

Hanya Karena Perusahaan Berubah Nama, PHI: Serikat Tak Punya Legal Standing

Ilustrasi. (foto: poskotanews.com)
Ilustrasi. (foto: poskotanews.com)

Bekasi | Perubahan nama PT Topan Sampoerna Indonesia menjadi PT Toppan Printing Indonesia, tidak diiringi dengan perubahan nama serikat pekerja yang berada di perusahaan, yang beralamat di Jl. Raya Teuku Umar, Km. 44, Telaga Asih, Cikarang Barat, Bekasi. Akibatnya, gugatan yang didaftarkan oleh Heni Sukrestiana, dkk (44 orang) dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard).

Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, yang memeriksa sengketa hubungan industrial antara keduanya menganggap kuasa hukum Heni, dkk dari pengurus serikat pekerja tingkat cabang, tidak berwenang mewakili. Pasalnya, serikat pekerja yang tercatat di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi hanya Serikat Pekerja PT Topan Sampoerna Indonesia, dengan pencatatan No. 203/CTT.250/XII/2001 tanggal 6 Desember 2001, dan bukan Serikat Pekerja PT Toppan Printing Indonesia.

“Menimbang, bahwa dengan alasan-alasan dan pertimbangan hukum di atas, maka eksepsi Tergugat terkait keabsahan dan kapasitas legal standing kuasa hukum Para Penggugat, yang tidak memenuhi syarat sebagaimana yang ditentukan undang-undang, dapatlah Majelis kabulkan karena telah cukup terbukti,” tegas Hakim Maringan Marpaung, Senin (18/3/2015) saat membacakan amar pertimbangan hukum dalam perkara yang diregisterasi dengan Nomor 172/Pdt.Sus-PHI/2014/PN.Bdg.

Hakim Marpaung selain mendasarkan pertimbangan hukumnya pada ketentuan Pasal 87 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004, juga diperkuat dengan adanya Putusan Mahkamah Agung Nomor 054 K/Pdt.Sus-PHI/2008, tentang kedudukan hukum serikat pekerja di PT TA Trading Indonesia yang tidak berhak sebagai kuasa hukum, karena tidak memenuhi ketentuan Surat Edaran Mahkamah Agung No. 16 Tahun 1994. “Menyatakan gugatan para Penggugat tidak diterima,” tutup ia. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of